160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Dosen FIB UNAIR Jadi Delegasi Indonesia Di Summer Institute Rusia, Bawa Pulang Komitmen Kolaborasi Global

750 x 100 AD PLACEMENT

SURABAYA | brigadepasopati.com – Menjadi delegasi Indonesia dalam proyek internasional _Summer Institute_ di Rusia menjadi pengalaman membanggakan bagi Rizal Agung Kurnia, S.Hum., M.Phil. Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan yang dibuka secara resmi di Paviliun ATOM, VDNH, Moskow ini berlangsung selama 14 hari, mulai Minggu (19/7/2026) hingga Minggu (2/8/2026).

 

_Summer Institute_ merupakan inisiatif Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia bersama Lembaga Anggaran Negara Federal “Sociocenter”. Proyek ini mempertemukan 125 akademisi dari berbagai negara untuk belajar di lima Universitas terkemuka Rusia.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Selama dua pekan, Rizal Agung tidak hanya mengikuti forum lintas negara, tetapi juga mempelajari budaya dari berbagai delegasi global. “Selama 14 hari berada di Rusia tentu banyak hal positif yang dapat saya ambil. Misalnya, saat pembukaan saya dapat langsung melihat bagaimana sejarah perkembangan nuklir Rusia melalui Museum Atom Rosatom,” ungkap Rizal Agung, pada Rabu (12/8/2026).

 

Pengalaman menarik lain ia dapatkan saat berkunjung ke Universitas Knyaginino. Di sana Rizal Agung berkesempatan mencoba mengendarai traktor yang biasa digunakan petani Rusia. Ia juga mengunjungi Bolshoye Boldino, tempat bersejarah bagi kesusastraan Rusia.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Perjalanan akademik berlanjut ke Kota Saransk, Ibu Kota Republik Mordovia, untuk mempelajari budaya Bangsa Mordovian. Sementara di Kota Kazan, Republik Tatarstan, ia mendapatkan gambaran langsung tentang keberagaman etnis di Rusia. “Saya pribadi menjadi sadar, bahwa Rusia mirip dengan Indonesia yang memiliki beragam etnis,” imbuh Dosen FIB UNAIR.

 

Rizal Agung juga mematahkan anggapan bahwa nuklir Rusia hanya untuk kepentingan perang. Menurutnya, pemanfaatan nuklir di Rusia sudah meluas untuk kepentingan damai seperti kesehatan, transportasi, hingga energi terbarukan. “Dulu kita menganggap bahwa nuklir Rusia hanya untuk perang. Namun, nuklir Rusia banyak dimanfaatkan untuk kepentingan damai,” ujar Rizal Agung.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Pada sesi kolaborasi merancang artikel bersama peneliti dari 14 negara, Rizal Agung berhasil membangun sinergi di rumpun ilmu bahasa dan sastra. Ia menggandeng kolega dari India, Uzbekistan, Vietnam, dan Rusia untuk merancang proyek bertajuk _Образовательный международный мост без границ_ atau “Jembatan Internasional Pendidikan tanpa Batas”.

 

Awalnya proyek berfokus pada kegiatan Mahasiswa. Namun Rizal Agung mengusulkan agar Dosen juga dilibatkan agar dampaknya lebih besar. “Sehingga, kami sepakat untuk menambahkan program yang berkaitan dengan Dosen ke dalam proyek. Seperti kuliah tamu Dosen antar Universitas, _joint research_, bank materi dan data bersama, dan lain sebagainya,” tutur Dosen FIB UNAIR.

 

Riset bersama juga direncanakan bersama para ahli linguistik komputasi dari Linguistic University of Nizhny Novgorod (LUNN). Kolaborasi ini menyasar peneliti Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) UNAIR yang berminat pada kajian Onomastika dan Etnolinguistik. “Meskipun kegiatan-kegiatan ini masih terbatas pada kegiatan daring. Namun, kami tidak menutup kemungkinan adanya kegiatan luring bersama antara UNAIR dan kampus-kampus peserta proyek ini pada masa yang akan datang,” pungkas Rizal Agung. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT