160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

PAPELS Dan Begandring Soerabaia Gelar Kajian Publik “Tokoh-Tokoh Pejuang 45 Surabaya”, Soroti Jejak Try Sutrisno Sebagai Tobang

750 x 100 AD PLACEMENT

SURABAYA | brigadepasopati.com – Persaudaraan Anak Pejuang Empat Lima Surabaya (PAPELS) bersama dengan komunitas sejarah Begandring Soerabaia sukses menggelar _Kajian Publik Tokoh-Tokoh Pejuang 45 Surabaya_. Kegiatan berlangsung sukses, pada Jum’at (14/8/2026) pukul 19.00 WIB di Lodji Besar Peneleh, Surabaya.

 

Kajian ini menjadi bagian dari upaya melestarikan memori kolektif perjuangan arek-arek Surabaya pada 1945. Ratusan tokoh pejuang dari berbagai latar sipil, elit sipil, sipil bersenjata, elit sipil bersenjata, militer hingga elit militer, dibahas agar kiprahnya tidak dilupakan generasi sekarang.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Narasumber Achmad Zaki Yamani dari Begandring Soerabaia, memaparkan jejak sejarah dan peran strategis para tokoh dalam pertempuran 10 November. Ia menekankan bahwa perjuangan Surabaya tidak hanya dilakukan militer, tetapi juga oleh rakyat sipil yang bahu-membahu. “Surabaya punya ratusan nama pejuang yang selama ini belum banyak dikenal. Mereka guru, pedagang, pemuda, pelajar hingga ibu-ibu yang mengorganisir logistik dan dapur umum. Ini yang harus kita angkat agar sejarah kita utuh,” jelas Achmad Zaki.

 

Salah satu tokoh yang disorot adalah Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI yang ternyata memiliki jejak perjuangan sejak usia remaja di Surabaya. Achmad Zaki memaparkan riwayat hidup Try Sutrisno yang lahir pada 15 November 1935 di Gang Genteng Bandar Lor 35, Surabaya. Ia adalah anak dari Soebandi, sopir ambulans yang ikut bertempur dalam Pertempuran Surabaya, dan Mardiyah, ibu rumah tangga. Karena situasi perang, keluarga kecilnya mengungsi ke Mojokerto. Di usia muda, Try Sutrisno membantu ekonomi keluarga dengan menjual air putih dalam kendi di Stasiun Kereta Api Mojokerto, serta menjual rokok dan koran di jalur trem OJS Mojokerto-Mojoagung.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Setelah Mojokerto diduduki Belanda, ia mengungsi ke Kediri dan bertemu ayahnya yang tergabung dalam Batalyon Poncowati bagian kesehatan. Di sinilah Try Sutrisno memulai kiprah militernya sebagai “Tobang” pesuruh militer yang bertugas membelikan rokok, menyiapkan makanan, hingga membersihkan perlengkapan. Meskipun ingin ikut bertempur, ia belum diperbolehkan dan akhirnya ditunjuk sebagai kurir plus “tilik sandi”. “Perjalanan arek Genteng Bandar Lor ini luar biasa. Dari jualan air di stasiun, jadi tobang, lalu kembali ke Surabaya, masuk SMA Bagian B SMAN 2, dan diterima di ATEKAD tahun 1956,” terang Achmad Zaki.

Karier militer Try Sutrisno terus menanjak hingga menjadi KSAD 1986, kemudian Panglima ABRI 1988, dan Wakil Presiden RI 1993-1998. Dan kisah Try Sutrisno ini menjadi contoh bahwa semangat arek Surabaya lahir dari tempaan perjuangan sejak masa revolusi.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Kajian dalam bentuk diskusi interaktif dipandu moderator Aaron Sava Nasyith Dakara dari PAPELS. Antusiasme warga Kota Pahlawan terlihat dari penuhnya kursi di Lodji Besar. Peserta dari kalangan pelajar, Mahasiswa, komunitas sejarah, hingga keluarga pejuang hadir untuk mendengarkan dan berdiskusi. Suasana interaktif tercipta saat peserta mengajukan pertanyaan dan berbagi cerita keluarga tentang keterlibatan leluhur mereka dalam peristiwa 1945. Sebagai apresiasi, panitia membagikan 4 voucher Lodji Besar dan beberapa hadiah menarik lainnya kepada peserta yang aktif bertanya.

 

PAPELS menegaskan, kegiatan ini bertujuan agar memori perjuangan 1945 tidak terputus. “Dari Try Sutrisno hingga pejuang-pejuang sipil yang tak tercatat, semuanya punya peran. Ini harus kita wariskan agar Surabaya tidak lupa sejarahnya,” ujar Charles E. Tumbel, Pemrakarsa dan Sekretaris Dewan Pendiri PAPELS.

Lebih lanjut Charles E. Tumbel menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga menghidupkan semangat gotong royong dan keberanian para pejuang. “Kami ingin anak muda Surabaya tahu, kemerdekaan ini dibangun oleh banyak orang biasa dengan semangat luar biasa. Semoga kajian ini jadi pemantik agar sejarah terus dirawat bersama,” tandas Charles E. Tumbel.

 

PAPELS dan Begandring Soerabaia berkomitmen menjadikan kajian publik ini agenda rutin. Ke depan, keduanya akan terus menelusuri arsip, makam, dan kesaksian keluarga pejuang agar nama-nama pahlawan lokal bisa terdokumentasi dengan baik. (aa)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT