

BANYUWANGI | brigadepasopati.com – BBK UNAIR adalah singkatan dari Belajar Bersama Komunitas, sebuah program pengabdian masyarakat yang digagas Universitas Airlangga (UNAIR) melalui LPPM sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana Mahasiswa menerapkan ilmunya langsung di tengah masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dan Kelompok BBK 7 Tahun 2026 UNAIR yang akan ditempatkan di Desa Tegalrejo, Kec. Tegalsari, Kab. Banyuwangi melaksanakan survei dan silaturahmi kepada masyarakat setempat, pada Sabtu (20/12/2025), yang di terima langsung oleh Sekretaris Desa, Agung A Putra.
Kegiatan survei dan silaturahmi mendapatkan respon baik oleh masyarakat di Desa Tegalrejo, sedang kegiatan BBK 7 Tahun 2026 UNAIR akan di laksanakan mulai tanggal 6-31 Januari 2026. Dengan harapan nantinya para Mahasiswa dapat membantu serta memberikan kontribusi bagi Desa yang di tempati selama masa BBK 7 Tahun 2026 UNAIR berlangsung.
Sekretaris Desa, Agung A Putra menyampaikan dalam diskusi bersama Kelompok BBK 7 Tahun UNAIR, dengan menunjukkan potret Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari merupakan Desa agraris dengan padat penduduk 3.500 – 3.600 KK, yang memiliki ekosistem ekonomi terintegrasi antara pertanian buah naga, cabai, dan jeruk dengan peternakan sapi serta unggas. Didukung oleh 12 kelompok tani dan keberagaman UMKM kreatif seperti kerajinan tas serta sapu, Desa Tegalrejo memiliki modal sosial yang kuat dan fasilitas pendidikan yang memadai (PAUD hingga MI), yang menjadi peluang strategis bagi program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan optimalisasi tata kelola Desa.
“Kami sangat senang dengan kedatangan adik adik sekalian, kami siap membantu adik adik dalam berkegiatan di sini memberikan fasilitas yang adik adik butuhkan dan saya siap menghubungkan adik adik dengan masyarakat setempat untuk mensukseskan program adik adik disini,” ujar Agung A Putra, Sekretaris Desa.
Aaron Sava ND yang merupakan Ketua Kelompok BBK 7 Tahun 2026 UNAIR bersama Taufiiqulhakim, Fanenda Yusfeha Chanzabreena, Christian Gavrila Sugiarto dan Rafa Nabila Hapsari sangat berterima kasih kepada masyarakat Desa Tegalrejo karena dapat di terima dengan baik serta juga terima kasih kepada Kepala Desa dan Agung A Putra, selaku Sekretaris Desa yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi bersama perwakilan Kelompok BBK 7 Tahun 2026 UNAIR yang melakukan survei dan silaturahmi.

“Kami berharap di sini kami dapat belajar dengan masyarakat Desa Tegalrejo dan kita nanti bisa bertukar pikiran bersama untuk memberikan kontribusi bersama sama bagi lingkungan setempat, Terima kasih kepada Bapak Agung A Putra, Sekretaris Desa Tegalrejo yang telah menerima dengan ramah dan hangat,” ungkap Aaron Sava ND.
Sedangkan Kelompok BBK 7 UNAIR Tahun 2026 Desa Tegalrejo, Banyuwangi ini terdiri dari 9 Mahasiswa, antara lain Aimee Nayla Valencia Chandra (S1 Akuntansi), Aaron Sava Nasyith Dakara (S1 Ekonomi Islam), Fanenda Yusfeha Chanzabreena (S1 Manajemen), Siti Haya Zhafirah Rahardja (S1 Ilmu Komunikasi), Nurul Kamilatun Ni’mah (S1 Akuakultur), Aulia Novia Safitri (D4 Manajemen Perkantoran Digital), Baariq Taufiiqulhakim (S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan), Christian Gavrila Sugiarto (S1 Kedokteran Hewan), dan Rafa Nabila Hapsari (S1 Kedokteran Hewan).

Dalam Program BBK 7 Tahun 2026 UNAIR kali ini mengusung misi besar yang berfokus pada enam pilar Sustainable Development Goals (SDGs). “Yang dalam pelaksanaannya, Mahasiswa diharapkan mampu merancang program kerja yang relevan dengan pengentasan kemiskinan (SDG 1), peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4), serta penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak (SDG 6),” jelas Fanenda Yusfeha Chanzabreena. Selain itu, perhatian juga diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif (SDG 8), pengembangan industri dan infrastruktur Desa (SDG 9), serta upaya nyata dalam mengurangi kesenjangan di masyarakat (SDG 10). “Melalui tema-tema ini, setiap kelompok ditantang untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi desa tempat mereka mengabdi,” tambah Rafa Nabila Hapsari.
Rangkaian kegiatan BBK 7 Tahun 2026 sudah dimulai dengan pembekalan (daring dan luring) pada pertengahan Desember 2025, yang dilanjutkan dengan fase survei lokasi serta penyusunan proposal hingga tenggat waktu 31 Desember 2025. “Memasuki awal tahun, agenda utama dimulai dengan Upacara Pelepasan pada 5 Januari 2026 dan penerjunan ke lokasi pada 6 Januari 2026,” terang Taufiiqulhakim. Setelah masa pengabdian, Mahasiswa akan mengikuti Seminar Hasil pada 29–30 Januari 2026, disusul dengan penarikan dari lokasi pada 2 Februari 2026. Dan seluruh rangkaian program ini diakhiri dengan pengumpulan laporan akhir dan penilaian pada rentang waktu 2 hingga 9 Februari 2026. (red)