160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

APINDO Ungkap Risiko Ekonomi Bisa Dikelola Tetapi Ketidakpastian Upah Menurunkan Minat Investor

750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA | brigadepasopati.com – Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, hadir sebagai narasumber dalam acara Investor Market Today LIVE bertema “Mencari Upah Layak Tanpa Mematikan Usaha” pada Kamis (20/11/2025). Dalam sesi tersebut, Bob Azam menyoroti dinamika tahunan penetapan upah minimum.

Bob Azam menjelaskan bahwa selama lebih dari satu dekade, pembahasan upah selalu diwarnai ketegangan, terutama menjelang akhir tahun. Demo dan tarik-menarik kepentingan dianggap menambah ketidakpastian iklim investasi. “Investasi membutuhkan kepastian. Risiko ekonomi bisa dikelola, tetapi ketidakpastian upah justru menurunkan minat investor,” tegas Kabid Ketenagakerjaan APINDO.

Bob Azam mengungkapkan bahwa aturan pengupahan telah berganti empat kali dalam sepuluh tahun terakhir, dan kini memasuki perubahan kelima. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan menyusun rencana jangka panjang, termasuk kontrak kerja dan strategi ketenagakerjaan. APINDO berharap mekanisme penetapan upah ke depan lebih stabil dan dapat diprediksi.

Terkait usulan kenaikan UMP dari kelompok buruh sebesar 6–10 persen, Bob Azam menegaskan bahwa penetapan UMP seharusnya mengikuti formula berbasis data, bukan sekadar angka tuntutan. Dengan inflasi yang tidak mencapai 3 persen, kenaikan berlipat dianggap tidak konstruktif bagi sebagian besar pelaku usaha yang sedang berjuang mempertahankan keberlangsungan operasionalnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kabid Ketenagakerjaan APINDO juga mengingatkan bahwa UMP merupakan threshold atau batas minimum yang mewakili kebutuhan hidup layak. Namun, banyak perusahaan terutama usaha kecil dan menengah justru tidak mampu memenuhi besaran UMP saat ini.

Ketidakmampuan tersebut mendorong banyak pelaku usaha keluar dari sektor formal dan masuk ke sektor informal yang kini mendominasi lebih dari 60 persen struktur ketenagakerjaan nasional. “Threshold untuk masuk sektor formal terlalu tinggi, terutama dari sisi upah. Ini membuat industri kita tidak tumbuh optimal dan daya saing melemah,” jelas Bob Azam.

Bob Azam menekankan bahwa solusi ideal bukan sekadar menaikkan UMP, melainkan memperkuat perundingan bipartit di masing-masing perusahaan. Dengan demikian, perusahaan yang mampu dapat memberikan kenaikan, sementara perusahaan yang sedang tertekan tetap dapat beroperasi tanpa terbebani regulasi yang tidak sesuai kondisi riil. “Yang paling memahami kondisi perusahaan adalah pengusaha dan serikat pekerjanya sendiri. Karena itu, perundingan bipartit harus menjadi kunci,” ujar Bob Azam.

APINDO menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan pengupahan yang adil, prediktif, dan mendukung pertumbuhan sektor formal, sehingga iklim usaha kondusif dan penciptaan lapangan kerja tetap terjaga. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT