160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Pemkot Bandung Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah 300 Ton Per Hari Di Gedebage, Target Operasi Awal 2027

750 x 100 AD PLACEMENT

KOTA BANDUNG | brigadepasopati.com – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 300 ton per hari di TPSOS Gedebage. Pengembangan fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi awal 2027 sebagai solusi mengurangi ketergantungan Kota Bandung terhadap tempat pemrosesan akhir.

 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pembangunan fasilitas menjadi langkah cepat menghadirkan teknologi baru untuk menangani sampah dari wilayah Kota. “Di hari Jum’at siang ini telah ada kesepakatan bersama, komitmen bersama antara Pemerintah Kota Bandung dengan PT Danantara Development Management Fund dan Kementerian Dikti, Sains dan Teknologi. Dalam hal ini kami akan membangun satu fasilitas pengolahan sampah dengan menggunakan sebuah teknologi yang baru,” ujar Wali Kota M. Farhan, pada Jum’at (21/8/2026).

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Kesepakatan pengembangan fasilitas ditandai penandatanganan kerja sama Pemkot Bandung, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Wali Kota Bandung mengatakan kawasan Gedebage telah disurvei bersama pihak terkait dan dinilai memungkinkan untuk fasilitas pengolahan berkapasitas 300 ton sampah per hari.

 

Kota Bandung selama ini bergantung pada tempat pemrosesan akhir yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena belum memiliki fasilitas TPA sendiri. “Terus terang Kota Bandung itu satu-satunya Ibu Kota Provinsi yang tidak punya TPA. Jadi kami sangat tergantung kepada TPA-TPA yang dibangun oleh Provinsi, baik yang di Sarimukti maupun yang sekarang sedang dibangun di Legok Nangka,” kata Wali Kota M. Farhan.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Lebih lanjut Wali Kota Bandung mengatakan pembangunan Legok Nangka masih membutuhkan waktu sehingga Bandung perlu menyiapkan solusi pengelolaan sampah sebelum fasilitas tersebut beroperasi. “Waktu itu Pak Gubernur memberikan pekerjaan rumah. Sambil menunggu tiga tahun Legok Nangka jadi, kalian bisa bikin apa? Nah, ini salah satu terobosan yang kami lakukan,” ungkap Wali Kota M. Farhan.

 

Pemkot Bandung menyiapkan aspek administrasi pembangunan, termasuk finalisasi perubahan anggaran 2026 dan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran 2027.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan teknologi yang disiapkan menggunakan konsep pengolahan sampah secara terdesentralisasi. “Ini adalah solusi yang kita sebut desentralisasi. Artinya tidak perlu dibawa ke TPA, tempat penimbunan akhir, tapi kita selesaikan di regional masing-masing,” jelas Sigit Puji.

 

Teknologi tersebut mengolah sampah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF), material bernilai kalor tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar industri. Pengolahan tersebut diharapkan mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi bagi kebutuhan industri.

 

Sigit Puji mengatakan teknologi yang dipilih harus memenuhi aspek lingkungan, termasuk memastikan proses pengolahan tidak menimbulkan bau bagi masyarakat sekitar. “Kita pastikan teknologi yang kita pilih adalah teknologi yang ter-contained dan ter-capture sehingga tidak ada bau yang mengganggu lingkungan sekitarnya,” terang CTO BPI Danantara.

 

Kebutuhan investasi fasilitas berkapasitas 300 ton per hari masih dihitung dengan estimasi awal sekitar Rp50 miliar hingga Rp60 miliar. Fasilitas Gedebage dirancang sebagai pilot project yang dapat direplikasi di Subwilayah Kota (SWK) lain apabila penerapannya berhasil.

 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto mengatakan Perguruan Tinggi mendukung pengembangan teknologi untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah di berbagai daerah. “Sesuai arahan Bapak Presiden, dari Perguruan-Perguruan Tinggi melakukan berbagai kajian untuk mendukung percepatan penyelesaian sampah yang ada di berbagai wilayah Indonesia,” tutur Menteri Brian Yuliarto.

 

Perguruan Tinggi mengkaji pendekatan pengolahan sampah organik dan nonorganik, termasuk pemanfaatan maggot dan SRF sebagai bahan bakar. Menteri Brian Yuliarto mengatakan teknologi tersebut dikaji berdasarkan kebutuhan daerah dan pembelajaran dari teknologi yang telah dikembangkan sejumlah negara. “Ini tahap awal, sebagai pilot project. Kalau ini bisa berhasil, kita berharap setiap SWK juga bisa dilakukan pembangunannya sehingga penyelesaian sampah di Kota Bandung ini harapannya bisa diselesaikan dan akan menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain,” terang Menteri Brian Yuliarto.

 

Pengembangan TPSOS Gedebage diharapkan membangun sistem pengelolaan sampah terdesentralisasi yang mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT