

NEW YORK | brigadepasopati.com – Industri antariksa dan pasar modal global memasuki era baru setelah Space Exploration Technologies Corp. (SpaceX) resmi melantai di bursa Nasdaq, pada Jum’at (12/6/2026).
Menggunakan kode saham SPCX, penawaran umum perdana ini langsung memecahkan rekor sebagai IPO terbesar dalam sejarah finansial dunia.
SPCX dibuka di harga US$150, naik dari harga penawaran awal US$135 per lembar. Antusiasme investor mendorong harga ditutup di US$160,95 pada hari pertama perdagangan. Dengan valuasi pasar US$2,11 triliun, SpaceX kini menjadi perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di Nasdaq.
Lonjakan ini dipicu integrasi strategis antara layanan internet satelit Starlink, infrastruktur xAI, dan platform media sosial X yang kini berada di bawah payung SpaceX. Ekosistem teknologi terpadu ini menciptakan valuasi yang belum pernah ada sebelumnya.
Keberhasilan IPO menempatkan pendiri SpaceX, Elon Musk, pada posisi bersejarah. Dengan kepemilikan saham mayoritas dan struktur hak suara yang kuat, kekayaan bersih Musk melonjak melampaui US$1,1 triliun menurut Bloomberg Billionaires Index.
Ini mengukuhkan statusnya sebagai triliuner pertama di dunia, didorong pertumbuhan eksponensial di sektor telekomunikasi satelit dan kecerdasan buatan.
Manajemen SpaceX menyatakan dana segar sebesar US$75 miliar yang dihimpun akan dialokasikan untuk mempercepat misi ambisius ke Bulan dan Mars. Fokus jangka pendek mencakup:
1. Perluasan konstelasi satelit Starlink hingga 100.000 unit
2. Pengembangan pusat data AI berskala besar
Langkah ini diharapkan merevolusi konektivitas internet global sekaligus memperkuat fondasi bagi ekonomi antarplanet di masa depan. (*)