

LONDON | brigadepasopati.com – Menteri Pertahanan Britania Raya yang baru, Wes Streeting, mengeluarkan peringatan keras mengenai lanskap keamanan global yang kian memburuk, pada Sabtu (31/10/2026). Dalam pernyataan resminya, Wes Streeting menegaskan bahwa Inggris dan sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) harus bersiap menghadapi potensi pecahnya perang di Eropa dalam kurun waktu 1.000 hari ke depan.

Pernyataan ini menandai langkah strategis awal Wes Streeting sejak resmi memimpin Kementerian Pertahanan pada Juli lalu. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Pemerintah Inggris kini mempercepat transformasi pertahanan nasional guna memastikan kesiapan militer yang optimal menjelang tahun 2030. “Dunia saat ini berada dalam fase yang paling berbahaya dalam beberapa dekade terakhir. Kita tidak bisa lagi berasumsi bahwa perdamaian di Eropa akan bertahan tanpa adanya daya tangkal yang kuat,” ujar Menteri Pertahanan Wes Streeting. “Oleh karena itu, Inggris berkomitmen penuh untuk memodernisasi angkatan bersenjata, memperkuat rantai pasok pertahanan, dan memperkokoh kolaborasi bersama mitra-mitra NATO,” imbuh Menteri Pertahanan Wes Streeting.
Langkah taktis yang diambil oleh Kementerian Pertahanan Inggris meliputi:
– Akselerasi Kesiapan Tempur: Meninjau kembali postur kekuatan militer dan mempercepat integrasi teknologi pertahanan mutakhir.
– Penguatan Ketahanan Domestik: Meluncurkan panduan kesiapan darurat nasional guna meningkatkan ketahanan infrastruktur kritis dan masyarakat sipil.
– Komitmen Solid NATO: Menyelaraskan strategi pertahanan kolektif demi mengantisipasi segala bentuk ancaman asimetris di kawasan regional.
Pernyataan tegas dari Menteri Streeting ini menjadi sinyal kuat bagi komunitas internasional bahwa Inggris akan mengambil peran kepemimpinan yang lebih agresif dalam menjaga stabilitas dan keamanan transatlantik di masa depan. (*)