

SIDOARJO | brigadepasopati.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Mizan Group dan berbagai komunitas penggiat literasi resmi menggelar Out of The Boox: Gebyar Literasi Sidoarjo 2026. Acara yang memperingati Bulan Bahasa ini telah dibuka, pada Senin (26/10/20226) oleh Bunda Literasi Sidoarjo, Dr. Hj. Sriatun Subandi, dan berlangsung hingga 1 November 2026, pukul 10.00-22.00 WIB, di Atrium Utama Lippo Plaza Sidoarjo. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pendidikan, penerbit lokal, serta forum-forum literasi daerah.

Pada hari pembukaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan peluncuran buku kearifan lokal dan talkshow Membangun Ekosistem Literasi. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Happy Setianingtyas Astrawati Yunus, menegaskan pentingnya pendekatan literasi yang adaptif di tengah maraknya penggunaan gawai pada anak-anak. “Harapannya adalah bagaimana kita menggerakkan dan mengembangkan literasi yang ada di Kabupaten Sidoarjo… kita buat literasi yang menyenangkan, sehingga orang tidak merasa bahwa itu adalah literasi,” ujar Happy Setianingtyas.

Menurut Happy Setianingtyas, literasi tidak harus selalu hadir lewat buku tebal, tetapi juga dapat diakses melalui perpustakaan digital Liberta serta program literasi on the road yang mengangkat topik relevan seperti kecerdasan buatan (AI) dan literasi keuangan. Ia menekankan bahwa literasi adalah tanggung jawab bersama antara Pemerintah, sekolah, penerbit, dan keluarga.

Sementara itu, Kepala Wilayah Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur Mizan Media Utama, Iswati, menyampaikan bahwa pameran ini menyediakan ribuan judul buku, mulai dari buku anak, novel, keagamaan, self-improvement, hingga buku bermuatan kearifan lokal Sidoarjo. Pengunjung juga dapat menikmati diskon hingga 60% untuk koleksi new arrival dan best seller. Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus utama bukanlah penjualan. “Target utama kami adalah bagaimana seluruh aktivitas di Gebyar Literasi ini bisa diikuti sebanyak mungkin masyarakat Kabupaten Sidoarjo… bukan penjualan, karena ini targetnya adalah promosi untuk mengajak kesadaran berliterasi,” ungkap Iswati.

Masyarakat masih dapat mengikuti berbagai agenda menarik hingga akhir pekan: diskusi dan bedah buku bersama AKRAB serta bedah buku dan baca puisi bersama KGPS (27 Oktober), workshop Writerpreneur dan Storytelling bersama IKAPI dan FLP Sidoarjo (28 Oktober), workshop menulis konten lokal serta Read Aloud dan Play On Sidoarjo bersama Forum TBM (29 Oktober), workshop menulis cerita anak dan lomba mewarnai untuk siswa SD (30 Oktober), serta peluncuran buku komik KKPK: Sekolah Angker dan workshop menulis pantun kearifan lokal (31 Oktober). (aa)