160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Mahasiswa Ilmu Ekonomi FEB UNAIR Nur Aini Hidayati Soroti Ketahanan Ekonomi Di Era Transisi Energi

750 x 100 AD PLACEMENT

SURABAYA | brigadepasopati.com – Nur Aini Hidayati menyoroti pentingnya ketahanan ekonomi dalam menghadapi era transisi energi global pada kegiatan E-CONVERSATION INCONOMIX 2026 yang diselenggarakan secara daring, pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa (HIMA) S1 Ilmu Ekonomi FEB UNAIR tersebut mengusung tema “Powering the Future: Exploring Economic Resilience in the Renewable Era”.

Dalam pemaparannya, Nur Aini menjelaskan bahwa transisi energi bukan sekadar perpindahan dari energi fosil menuju energi terbarukan. Menurutnya, perubahan tersebut turut memengaruhi struktur ekonomi, investasi, fiskal, hingga ketahanan nasional suatu negara. Ia menilai bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim, krisis energi, serta ketidakpastian geopolitik global. “Transisi energi bukan hanya fokus bagaimana energi menjadi lebih bersih, tetapi bagaimana ekonomi tetap kuat, adaptif, dan tidak mudah jatuh ketika dunia mulai bergerak menuju energi baru,” ungkap Nur Aini.

Dan Nur Aini juga menyoroti kondisi global yang dipengaruhi konflik geopolitik dan ketergantungan terhadap energi fosil. Menurutnya, situasi tersebut berdampak pada stabilitas ekonomi dunia, termasuk inflasi, kenaikan harga energi, hingga ketahanan pangan. Oleh karena itu, negara dituntut memiliki ekonomi yang resilien, yakni mampu menyerap guncangan, beradaptasi, dan tetap bertahan di tengah ketidakpastian global.

Lebih lanjut, Nur Aini menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari tenaga surya, panas bumi, hidro, hingga energi angin. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya tingginya ketergantungan terhadap energi fosil yang masih mendominasi bauran energi nasional.

750 x 100 AD PLACEMENT

Menurutnya, transisi energi juga memerlukan perhatian terhadap aspek keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi. “Bahwa perubahan menuju energi bersih juga harus adil bagi masyarakat dan kelompok yang terdampak, termasuk pekerja sektor energi fosil,” tegas Nur Aini.

Selain membahas tantangan, Nur Aini turut mengajak Mahasiswa untuk melihat peluang besar yang muncul pada era renewable energy. Ia menilai transisi energi akan membuka berbagai peluang baru, seperti green jobs, green finance, hingga inovasi berbasis ekonomi berkelanjutan. “Mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan ini, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi melalui riset, inovasi, dan pemikiran kritis,” tambah Nur Aini.

 

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi berlangsung. Berbagai pertanyaan mengenai kebijakan energi, tantangan implementasi energi terbarukan, serta kesiapan Indonesia menghadapi ekonomi hijau turut mewarnai kegiatan tersebut.

750 x 100 AD PLACEMENT

Melalui pemaparannya, Nur Aini berharap Mahasiswa mampu memahami bahwa isu energi bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan bagian penting dari pembangunan ekonomi masa depan. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Ke depan, diskusi seperti INCONOMIX diharapkan dapat terus menjadi ruang akademik yang mendorong Mahasiswa lebih adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan ekonomi global di era transisi energi. (aa)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT