

DHAKA | brigadepasopati.com – Puluhan ribu warga Bangladesh turun ke jalan-jalan di ibu kota Dhaka untuk menghadiri pemakaman Sharif Osman Hadi, seorang pemimpin Mahasiswa pro-demokrasi terkemuka, pada Sabtu (20/12/2025) di tengah gelombang kekerasan dan protes yang melumpuhkan sebagian wilayah negara tersebut.
Hadi (32), yang merupakan tokoh kunci dalam revolusi Mahasiswa tahun 2024 dan calon Legislatif untuk Pemilu Februari 2026, mengembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di Singapura, pada Kamis, (18/12/2025). Ia sebelumnya ditembak di kepala oleh penyerang tak dikenal saat meninggalkan sebuah Masjid di Dhaka pekan lalu.
Menyusul pengumuman kematian Hadi, massa yang marah menyerang dan membakar kantor surat kabar nasional utama, termasuk The Daily Star dan Prothom Alo, yang dituduh bias.
Ketegangan diplomatik meningkat setelah kelompok demonstran menuduh adanya keterlibatan pihak eksternal dalam pembunuhan Hadi. Dilaporkan terjadi serangan terhadap Konsulat Jenderal India di Chittagong sebagai bentuk protes.
Pemerintah transisi juga mengonfirmasi adanya insiden pengeroyokan fatal terhadap seorang pria Hindu di Mymensingh, yang telah dikutuk keras oleh Pemerintah, pimpinan Muhammad Yunus.
Pemimpin Pemerintahan Interim, peraih Nobel Muhammad Yunus, menghadiri doa pemakaman di South Plaza Parlemen Nasional dan memberikan pidato emosional yang menyerukan persatuan bangsa. Yunus telah memerintahkan pengerahan aparat keamanan secara maksimal dengan Polisi yang dilengkapi kamera tubuh untuk menjaga ketertiban.
PBB melalui Sekretaris Jenderal António Guterres mendesak pihak berwenang Bangladesh untuk melakukan penyelidikan yang transparan, imparsial, dan menyeluruh atas kematian Hadi guna memastikan akuntabilitas serta mencegah kekerasan lebih lanjut menjelang Pemilu Parlemen 2026. (*)