160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Festival Momaya 2026 Jadi Puncak KKN-PPM UGM Di Pesisir Gorontalo, Ajak Masyarakat Rayakan Budaya Dan Potensi Desa

750 x 100 AD PLACEMENT

GORONTALO | brigadepasopati.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Pesisir Gorontalo menyelenggarakan Festival Momaya di Botuboluo Beach Park, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis – Minggu (30/7 – 2/8/2026) sebagai puncak rangkaian pengabdian Periode II Tahun 2026.

 

Kegiatan yang mengusung tema ‘Bersatu dalam Semangat, Berpisah dengan Hangat’ ini menjadi wadah untuk mengenalkan budaya, potensi lokal, serta berbagai luaran program yang dikembangkan bersama masyarakat Desa Lobuto Timur, Botuboluo, dan Luluo.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Festival tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Gorontalo, perangkat Desa, serta masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Momentum ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya serta pengembangan potensi desa.

 

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., menilai Festival Momaya mencerminkan hasil kolaborasi yang kuat antara Mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Menurut Prof. Eko Setyobudi, antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi indikator keberhasilan Mahasiswa dalam membangun kedekatan dengan lingkungan tempat mereka mengabdi. “Selama bertahun-tahun mendampingi berbagai tim KKN, baru kali ini saya menyaksikan sebuah kelompok yang mampu menginisiasi festival dengan skala sebesar ini,” ujar Prof. Eko Setyobudi.

 

Ketua Pelaksana Festival Momaya, Dewaku Sahaja, mengatakan penyelenggaraan festival merupakan hasil gotong royong Mahasiswa bersama masyarakat di tiga Desa selama masa pengabdian. “Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan partisipasi masyarakat yang telah menyukseskan Festival Momaya. Semoga kegiatan ini menjadi ruang untuk merayakan kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi Desa yang telah kami bangun bersama,” ungkap Dewaku Sahaja.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Selama festival berlangsung, masyarakat disuguhi beragam pertunjukan seni dan budaya, termasuk Tari Dana-Dana yang dibawakan sebagai penyambutan tamu undangan. Mahasiswa juga memperkenalkan berbagai hasil pengabdian yang telah dikembangkan bersama masyarakat, mulai dari website dan masterplan potensi Desa hingga sejumlah program pemberdayaan yang dipamerkan kepada pengunjung.

 

Rangkaian kegiatan turut diramaikan dengan edukasi literasi keuangan dari Bank Indonesia, bazar UMKM, serta pameran produk unggulan masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi Desa sekaligus hasil kolaborasi yang terbangun selama pelaksanaan KKN.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Momaya turut disampaikan perwakilan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Gorontalo, Yusrianto Kadir, M.Ec.Dev. Menurutnya, sinergi yang dibangun Mahasiswa bersama masyarakat menjadi contoh nyata bagaimana pengabdian Perguruan Tinggi dapat mendorong pembangunan daerah berbasis kolaborasi. “Sinergi yang telah terjalin sangat baik antara Mahasiswa dan masyarakat Desa merupakan contoh nyata dari semangat pengabdian yang harus terus dipertahankan untuk pembangunan daerah ke depan,” tegas Yusrianto Kadir.

 

Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga menyambut baik berbagai program yang dihasilkan Mahasiswa KKN-PPM UGM selama berada di Kecamatan Biluhu. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Gorontalo, Drs. Nawir Tondako, M.E., menilai keberlanjutan program menjadi faktor penting agar manfaat pengabdian dapat terus dirasakan masyarakat. “Program pengabdian masyarakat hendaknya tidak berhenti, tetapi perlu dijaga keberlanjutannya agar dampak positifnya dapat terus dirasakan secara jangka panjang oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Nawir Tondako.

 

Festival Momaya 2026 ditutup dengan pemutaran video dokumentasi perjalanan KKN-PPM UGM yang merekam berbagai program pengabdian selama Mahasiswa berada di Kecamatan Biluhu. Melalui festival ini, Mahasiswa KKN-PPM UGM berharap semangat pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi lokal terus berlanjut meskipun masa pengabdian telah berakhir. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT