

SURABAYA | brigadepasopati.com – Setelah melalui proses seleksi yang ketat, Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) resmi mengumumkan kandidat penerima Golden Ticket 2026, pada Jum’at (27/3/2026). Salah satunya adalah Wong Bryant Alden dari SMAK BPK Penabur Singgasana penerima Golden Ticket Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR.
Menjadi seorang penerima Golden Ticket menandakan Bryant merupakan siswa yang gigih dalam meraih prestasi selama sekolah. Prestasi yang pernah ia raih di antaranya Juara 1 and Best Biology Olympiad Medical Science and Application Competition (Medspin) 2025, Juara 1 OSN Biologi 2025, dan Juara 1 Pharmanova ITB 2026.
Bryant mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tidak ia raih secara instan. Ia pernah gagal beberapa kali kemudian memiliki motivasi yang kuat untuk terus belajar. “Saya mengikuti kompetisi Medspin selama tiga tahun berturut turut sejak tahun 2023 dan 2024, dalam kompetisi tersebut saya mengalami kekalahan. Namun saya tidak berkecil hati, saya mencoba kembali di tahun 2025 dan akhirnya dinyatakan Juara,” jelas Bryant.

Proses awal Bryant menekuni bidang kedokteran bermula dari membaca buku mengenai fisiologi manusia pada waktu liburan sekolah. Ia juga menambahkan bahwa sejak SMP, ia menilai bidang sains adalah subjek yang cukup menarik dan seru untuk dipelajari. Selain itu, menjadi dokter pertama di keluarganya merupakan motivasi kuat yang mendorong Bryant untuk gigih belajar.
Keberhasilan dalam meraih prestasi tidak terlepas dari konsistensi Bryant dalam belajar. Ia menerapkan metode belajar yang sederhana namun memperkuat pemahaman materi. “Saya menggunakan metode belajar yakni satu hari satu halaman, jadi saya tidak memaksa diri untuk belajar banyak materi dalam satu waktu. Saya juga menerapkan target yang harus dicapai dalam waktu tertentu agar tetap termotivasi,” ungkap Bryant.
Untuk kedepannya, ia berharap dapat menjadi Mahasiswa yang berkembang dan tetap konsisten untuk belajar menekuni bidang kedokteran. “Jika saya sudah ditetapkan menjadi Mahasiswa, maka saya berharap dapat memaksimalkan potensi diri. Sehingga mungkin suatu hari berkesempatan membawa almamater UNAIR, Juara di Regional Medical Olympiad (RMO) maupun Indonesian Medical Olympiad (IMO),” tandas Bryant. (aa)