

SURABAYA | brigadepasopati.com – Paroki Gereja Katolik St. Yakobus Citraland, Surabaya, sukses menyelenggarakan Talkshow Ekologi bertajuk “Keluarga Merawat Bumi, Menghidupi Laudato Si untuk Masa Depan Bersama” pada hari Jum’at (24/4/2026). Acara ini menjadi wadah kolaborasi penting karena dihadiri oleh berbagai tamu undangan lintas sektor, mulai dari perwakilan Pemerintah Daerah seperti Camat Lakarsantri dan Sambikerep, pihak manajemen serta Universitas Ciputra, hingga perwakilan Konjen Amerika. Selain itu, semangat inklusivitas tampak dengan hadirnya tokoh lintas agama dari Pura Kertabumi, teman-teman Ansor dan Banser, organisasi WKRI, serta komunitas difabel dan JBI

Diskusi utama dalam acara ini menyoroti peran strategis keluarga sebagai unit terkecil dalam melakukan perubahan nyata menghadapi kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan. Dr. Arie Srihardyastutie, S.Si., M.Kes., selaku praktisi dan akademisi lingkungan hidup, menegaskan bahwa merawat bumi adalah tanggung jawab kemanusiaan universal yang melampaui sekat suku dan agama. Dr. Arie mendorong setiap individu untuk bertanggung jawab atas limbahnya melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). “Jika kesadaran ini diterapkan di rumah tangga, hal tersebut tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga menekan biaya hidup dan memperkuat ketahanan pangan,” ujar Dr. Arie. Dan juga disarankan agar pergerakan ini dilakukan secara bersama-sama dalam komunitas agar semangat masyarakat tetap konsisten.

Melengkapi perspektif tersebut, Romo Dr. Ferry Sutrisna Wijaya, pakar spiritual ekologi, menekankan bahwa kunci keberhasilan merawat bumi adalah kemauan manusia untuk mengubah pola konsumsi dan produksi secara mendasar. Romo Dr. Ferry mengajak keluarga untuk beralih ke pola makan sehat, menghindari produk impor serta bahan kimia, dan beralih mendukung produk lokal serta organik guna membantu kesejahteraan petani. “Memperpendek rantai perdagangan antara petani dan konsumen adalah aksi nyata untuk mewujudkan keadilan ekologi dan ekonomi,” tutur Romo Dr. Ferry. Dan ditegaskan bahwa semangat menjaga lingkungan harus diwujudkan dalam keputusan harian yang konkret.
Acara yang dipandu oleh moderator Ferry Ariesandy ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize berupa logam mulia sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif umat, terutama mereka yang telah menunjukkan komitmen dengan membawa tumbler sendiri. Pertemuan ditutup dengan doa lintas iman yang dipimpin oleh Romo Harjanto, yang mengajak seluruh hadirin untuk berkomitmen dalam perubahan perilaku demi mencintai bumi dan menjaga keberlangsungan hidup bagi generasi mendatang. (*)
