160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

FGD Untuk Wawasan Strategis Pada Pelaporan Keuangan Pada Hari Kedua Konferensi Eksekutif ICoFR 2026

750 x 100 AD PLACEMENT

YOGYAKARTA | brigadepasopati.com – Airlangga Executive Education Center (AEEC) melanjutkan Konferensi Eksekutif tentang Internal Control over Financial Reporting (ICoFR), pada Kamis (7/5/2026) di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, setelah hari pertama yang penuh dengan diskusi tentang tata kelola dan integritas keuangan.

Hari kedua konferensi ini difokuskan pada Diskusi Kelompok Fokus (FGD), yang memungkinkan peserta untuk mendalami tantangan dan praktik terbaik dalam penerapan ICoFR di perusahaan BUMN dan perusahaan besar. Diskusi ini bertujuan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan mengenai penerapan prinsip-prinsip ICoFR yang efektif di berbagai industri.

Dimulai dengan sesi Strategic Insight oleh Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, Guru Besar Akuntansi Universitas Airlangga dan ahli terkemuka dalam Tata Kelola, Risiko, Kepatuhan, dan Daya Saing. Sesi Prof. Bambang Tjahjadi menekankan pentingnya pengawasan strategis dalam memastikan pengendalian internal yang kuat dan meningkatkan akurasi pelaporan keuangan. Dan Prof. Dr. Bambang Tjahjadi juga menguraikan berbagai kerangka kerja seperti Agency Theory, Upper Echelon Theory, dan Three Lines Model dalam pengendalian internal, yang menegaskan perlunya sistem tata kelola yang komprehensif.

750 x 100 AD PLACEMENT

Selanjutnya, Musavie Abdillah, Associate Director di KPMG Indonesia, memberikan tinjauan ICoFR dan penjelasan studi kasus. Musavie Abdillah menjelaskan konteks historis ICoFR yang dimulai dengan Sarbanes-Oxley Act (SOX) di Amerika Serikat, serta pengaruhnya terhadap standar global. “Pentingnya pengendalian internal yang efektif untuk menjaga integritas pelaporan keuangan dan kepatuhan,” tegas Musavie Abdillah.

Pada kegiatan hari kedua, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk sesi FGD. Kelompok-kelompok ini bekerja intensif dalam menganalisis kasus, mendiskusikan tantangan utama, dan menyusun solusi strategis untuk meningkatkan praktik pengendalian internal di organisasi besar yang memiliki banyak entitas. Sesi ini bertujuan untuk mendorong pembelajaran lintas industri dan menghasilkan takeaways eksekutif yang dapat diterapkan di organisasi peserta.

Presentasi kelompok, yang dilaksanakan pada sore hari, memberikan kesempatan bagi lima kelompok terpilih untuk berbagi wawasan mereka, mengidentifikasi tantangan yang ditemukan, dan menyampaikan rekomendasi strategis. Setiap kelompok memiliki waktu 25 menit untuk menyampaikan hasil diskusi mereka, dengan umpan balik dari panelis yang terdiri dari Dr. Sigit Kurnianto, S.E., M.S.A., Ak., CA., SAS., CGAE., ASEAN CPA., QRMP, Direktur AEEC dan Dosen Akuntansi FEB Universitas Airlangga, Musavie Abdillah, SE., M.Ak., Associate Director, Risk Consulting, KPMG Indonesia, Dina Heriyati, S.E., M.ForAccy, Dosen Akuntansi FEB Universitas Airlangga, Dr. Khusnul Prasetyo, SE., MM., Ak., CA., Dosen Akuntansi FEB Universitas Airlangga, serta Tantri Sun Estuning Dasih S.A., M.A., Dosen Akuntansi FEB Universitas Airlangga.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kegiatan diakhiri dengan Executive Communiqué, di mana panelis memberikan sintesis wawasan utama dari hasil diskusi FGD, menyoroti tema dan tantangan yang serupa. Prof. Dr. Bambang Tjahjadi menutup sesi ini dengan memberikan penghargaan kepada kelompok-kelompok dengan presentasi terbaik atas kontribusi dan perspektif strategis mereka.

Konferensi ini akan ditutup dengan Sesi Pembelajaran Mandiri & Penilaian pada 7 Mei 2026, di mana peserta akan meninjau materi sesi dan menyelesaikan ujian pasca-tes untuk memperkuat pemahaman mereka mengenai konsep ICoFR. Dan AEEC tetap berkomitmen untuk memperkuat pembahasan mengenai tata kelola keuangan, manajemen risiko, dan pengendalian internal melalui forum tingkat tinggi ini. (aa)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT