

JAKARTA | brigadepasopati.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.55 WIB. KAI berkomitmen penuh untuk memprioritaskan penanganan korban dan pemulihan jalur agar layanan transportasi dapat segera kembali normal. Pernyataan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, yang memantau langsung proses penanganan dari ruang kendali pusat, menegaskan tanggung jawab penuh perusahaan terhadap seluruh korban. “Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh korban, baik dari pihak penumpang maupun kru sarana, mendapatkan penanganan medis terbaik dan secepat mungkin. KAI menjamin seluruh biaya perawatan korban luka serta santunan bagi keluarga korban meninggal dunia akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat luas atas gangguan layanan yang sangat signifikan ini,” ujar Bobby Rasyidin.
Berdasarkan informasi lapangan, insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi – Gambir yang menemui kendala operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Menteri Perhubungan, Bapak Dudy Purwagandhi, yang hadir di lokasi kejadian menekankan bahwa pendataan korban sedang dilakukan secara intensif bersama tim medis dan aparat keamanan. Sebagai dampak dari proses evakuasi dan perbaikan prasarana, KAI melakukan penyesuaian jadwal perjalanan demi mengutamakan keselamatan. Pada hari, Selasa, 28 April 2026, terdapat 13 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang dibatalkan.Bagi pelanggan yang perjalanannya terdampak pembatalan, KAI memberikan kompensasi berupa: Pengembalian bea tiket (refund) sebesar 100%. Masa pengajuan pengembalian berlaku hingga 7 hari ke depan dari jadwal keberangkatan. Proses refund dapat dilakukan di loket stasiun maupun secara daring melalui aplikasi KAI Access.
KAI mendukung penuh langkah investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendalami penyebab teknis maupun operasional dari insiden ini. KAI juga melakukan evaluasi internal menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (*)