

SURABAYA | brigadepasopati.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) menggelar prosesi pembekalan bagi 334 calon Wisudawan periode April 2026 di Aula FEB UNAIR, pada Jum’at (10/4/2026). Acara ini menghadirkan kolaborasi unik antara sektor Pemerintahan dan dunia usaha untuk membekali para lulusan dalam menghadapi transisi menuju dunia profesional.
Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.S.E., dalam pembukaannya menyampaikan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan gerbang awal pengabdian. Prof. Rudi Purwono berpesan agar para lulusan tetap menjaga koneksi dengan almamater. “Kami ingin komunikasi antara kampus dan Alumni terus terjalin. Kontribusi anda, baik melalui program praktisi mengajar maupun pengabdian lainnya, adalah energi yang akan terus menghidupkan kualitas pendidikan di FEB UNAIR,” tutur Dekan FEB UNAIR.

Hadir sebagai pembicara, Wali Kota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, S.E., membagikan perspektif penting mengenai kepemimpinan di sektor publik. Wali Kota Mojokerto menekankan bahwa inovasi yang baik adalah inovasi yang solutif dan berkelanjutan. “Penghargaan Kota terinovatif tidak dilihat dari seberapa banyak inovasi yang dibuat, melainkan seberapa besar dampak dan keberlanjutannya bagi masyarakat. Di Mojokerto, kami berhasil menurunkan angka stunting melalui aplikasi berbasis data By Name By Address (BNBA) yang sangat akurat. Inilah esensi kebijakan ekonomi publik: mengubah data menjadi aksi nyata yang dirasakan langsung oleh warga,” jelas sosok yang akrab disapa Ning Ika.
Melengkapi sisi kewirausahaan, Lusi S. Andajani, Direktur Inkubator Barto & Friends sekaligus alumni FEB UNAIR angkatan 1995, menyoroti tren social entrepreneurship. Menurutnya, Sarjana Ekonomi masa kini dituntut untuk tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menciptakan dampak bagi komunitas di sekitarnya. “Dunia bisnis hari ini adalah tentang keberdampakan. Melalui Barto & Friends, kami telah mendampingi ribuan pelaku UMKM agar melek teknologi dan manajemen keuangan. Saya ingin adik-adik Wisudawan menjadi penggerak ekonomi yang inklusif, yang mampu menggunakan teknologi seperti AI untuk memberdayakan mereka yang membutuhkan bantuan di akar rumput,” ungkap Lusi.

Ketua IKAFE UNAIR periode 2026-2030, Rizky Supriyadi, SE., Ak., MBA, menutup sesi dengan mengajak para lulusan untuk aktif dalam jejaring Alumni melalui aplikasi digital IKA UNAIR. Rizky Supriyadi menekankan bahwa kebanggaan sebagai Alumni harus dibangun bersama melalui kolaborasi dan saling dukung dalam pengembangan karier.

FEB UNAIR berharap 334 calon Wisudawan yang terdiri dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor siap melangkah dengan integritas, inovasi, dan semangat untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. (aa)