160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

The Nusa Dua Kawasan Wisata Terintegrasi Yang Berhasil Menerapkan Konsep Keberlanjutan Lingkungan

750 x 100 AD PLACEMENT

BADUNG | brigadepasopati.com – The Nusa Dua, Bali, kembali mendapat perhatian sebagai salah satu kawasan wisata terintegrasi yang dinilai berhasil menerapkan konsep keberlanjutan lingkungan.

 

Melalui anak usahanya, ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat sistem pengelolaan kawasan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengembangan Integrated Waste Management dan utilitas terintegrasi di kawasan tersebut.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Komitmen itu turut menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI, pada Selasa (5/5/2026). Dalam agenda tersebut, rombongan DPR RI meninjau langsung implementasi pengelolaan lingkungan, sistem utilitas kawasan, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi berkelanjutan yang diterapkan di The Nusa Dua.

 

Sebagai destinasi pariwisata terintegrasi pertama di Indonesia yang mulai dikembangkan sejak 1973, The Nusa Dua kini berkembang menjadi acuan nasional dalam pengembangan kawasan wisata berkelanjutan. Kawasan seluas 350 hektar tersebut menaungi lebih dari 20 hotel internasional dengan sekitar 5.000 kamar, menyerap sekitar 21.000 tenaga kerja, serta melayani kurang lebih 3,8 juta kunjungan wisatawan setiap tahunnya.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar menyampaikan bahwa pengembangan destinasi wisata masa depan harus ditopang infrastruktur hijau serta sistem utilitas yang ramah lingkungan. “The Nusa Dua merupakan bukti nyata keberhasilan pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan melalui sistem utilitas dan pengelolaan limbah yang modern, terintegrasi, dan berbasis sirkular,” ujar Ahmad Fajar.

 

Dalam operasional kawasan, ITDC melalui ITDC NU mengembangkan berbagai fasilitas utilitas strategis seperti pengolahan air bersih menggunakan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water, pengolahan air limbah, hingga distribusi Liquefied Natural Gas (LNG). Di sisi lain, pengelolaan sampah terpadu serta fasilitas komposting kawasan dikelola Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua sebagai bagian dari penerapan Integrated Waste Management System.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Produksi sampah di kawasan The Nusa Dua saat ini mencapai sekitar 32,3 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 70,5 persen berupa sampah organik yang kemudian diolah kembali menjadi kompos. Secara keseluruhan, sekitar 95 persen sampah di kawasan telah dikelola secara sistematis dan terintegrasi menggunakan pendekatan circular economy. Sampah organik dimanfaatkan untuk kebutuhan landscape kawasan, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang atau diolah kembali menjadi material bernilai ekonomi.

 

Melalui sistem tersebut, ITDC membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis sirkular yang memungkinkan limbah diolah menjadi sumber daya bernilai tambah. Langkah ini juga mendukung terciptanya operasional kawasan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain pengelolaan sampah, The Nusa Dua juga menerapkan Integrated Lagoon & Utilities System yang berfungsi sebagai centralized utility system kawasan. Sistem ini mencakup pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, fasilitas komposting, hingga distribusi gas yang saling terintegrasi.

 

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, M.Sc menilai pendekatan yang diterapkan ITDC berpotensi menjadi model pengembangan kawasan berkelanjutan yang dapat diterapkan di berbagai destinasi wisata nasional. “Model integrated waste management dan pengolahan air berbasis sirkular yang dikembangkan ITDC menjadi solusi strategis bagi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya wilayah kepulauan dan wisata bahari,” tandas Dr. Evita Nursanty.

 

Lebih lanjut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI bahwa pengelolaan sampah terintegrasi, daur ulang air limbah, serta pemanfaatan teknologi desalinasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan air bersih jangka panjang. “Melalui pengelolaan sampah terintegrasi, daur ulang air limbah, serta pemanfaatan teknologi desalinasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan air bersih jangka panjang,” jelas Dr. Evita Nursanty.

 

Penerapan circular water system di kawasan tersebut juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40 persen. Seluruh kebutuhan irigasi kawasan saat ini berasal dari air daur ulang hasil pengolahan limbah yang kembali dimanfaatkan untuk operasional kawasan. Pada sektor energi, penggunaan LNG sebagai pengganti LPG turut mendukung operasional rendah karbon dengan kontribusi penurunan emisi mencapai 12 persen. Selain itu, sekitar 25 persen pasokan listrik untuk utilitas kawasan ditargetkan berasal dari energi terbarukan sehingga secara keseluruhan mampu menghasilkan pengurangan emisi hingga sekitar 984 ton CO₂ per tahun.

 

Melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, efisiensi energi, dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya air, ITDC terus memperkuat posisi kawasan dengan pendekatan Green Infrastructure, Smart Utilities, dan Circular System.

 

Kunjungan Komisi VII DPR RI ini diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap pengembangan model kawasan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. “Model pengembangan The Nusa Dua dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai destinasi nasional lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, dan penguatan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global,” ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.

 

“The Nusa Dua menjadi model nyata kawasan pariwisata terintegrasi berbasis ESG yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan melalui sistem sirkular dan infrastruktur hijau” tutup Plt. Direktur Utama ITDC.

 

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC yang merupakan bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney selama ini berfokus pada pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi di Indonesia. Beberapa kawasan yang dikelola antara lain The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat, serta The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur.

 

Selama lebih dari 50 tahun, ITDC berhasil mengembangkan The Nusa Dua menjadi destinasi wisata dengan infrastruktur dan fasilitas berstandar internasional. Kawasan tersebut juga kerap menjadi tuan rumah berbagai event berskala global yang turut mendukung penguatan sektor pariwisata Indonesia. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT