160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

DLHK Sidoarjo Genjot Optimalisasi TPS3R Dan Gerakan “Sedekah Oksigen”, TPA Jabon Diprediksi Penuh 5 Tahun Lagi

750 x 100 AD PLACEMENT

SIDOARJO | brigadepasopati.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah cepat guna mengantisipasi ancaman kelebihan kapasitas (overload) Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jabon. Berdasarkan kalkulasi teknis terbaru, TPA dengan luas sekitar 13 hektar tersebut diprediksi akan penuh total dalam kurun waktu 5 tahun ke depan jika pola pembuangan sampah masyarakat tidak segera diubah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, S.STP., M.HP. mengungkapkan bahwa total produksi sampah di Kabupaten Sidoarjo saat ini telah mencapai 900 hingga 1.100 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 hingga 600 ton residu sampah masih berakhir di TPA Jabon setiap harinya. “Kemampuan teknis TPA Jabon diprediksi maksimal bertahan hingga 5 tahun lagi, yakni berkisar antara tahun 2025 hingga 2030. Jika sudah penuh, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan TPA sebagai gerbang terakhir. Solusi utamanya harus dimulai dari hulu dan pertengahan,” ujar Arif Mulyono dalam keterangannya, pada Senin (22/6/2026).

Sebagai langkah konkret jangka pendek dan menengah, DLHK Sidoarjo berfokus pada pemilahan sampah di tingkat regional melalui optimalisasi TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di tingkat Desa dan Kecamatan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Untuk memastikan program ini berjalan masif, DLHK Sidoarjo menerapkan strategi khusus Penempatan PIC Kecamatan dimana DLHK menugaskan satu orang fasilitator sebagai Person in Charge (PIC) di setiap Kecamatan untuk mengoordinasi dan mengaktifkan kembali TPS3R yang pasif dan Reduksi Residu Sampah melalui optimalisasi pemilahan sampah organik dan anorganik di TPS3R, DLHK mencatat tren positif berupa penurunan setoran residu ke TPA Jabon hingga 40% sampai 50%.

DLHK juga mengimbau warga Sidoarjo yang menggunakan jasa gerobak sampah swadaya untuk ikut mengawasi jalannya pembuangan. Warga diminta memastikan bahwa sampah yang mereka bayar setiap bulan benar-benar masuk ke TPS3R resmi, guna menghindari oknum nakal yang membuang sampah sembarangan di jalan atau sungai. “Selain penanganan sampah, DLHK Sidoarjo juga menggalakkan pemulihan kualitas udara melalui gerakan “Satu ASN Satu Pohon” atau gerakan Sedekah Oksigen dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup,” tandas Arif Mulyono.

Gerakan sukarela yang dipelopori oleh Bupati Sidoarjo ini menargetkan penanaman lebih dari 10.000 pohon yang bersumber dari donasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan BUMD di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Penanaman dilakukan secara bertahap setiap hari Jum’at di berbagai titik median jalan protokol. Jenis tanaman yang dipilih adalah pohuk pucuk merah, sebuah tanaman perdu yang dinilai ideal untuk mempercantik estetika kota sekaligus berfungsi sebagai penyerap polusi di area median jalan tanpa risiko merusak infrastruktur jalan akibat akar yang terlalu besar.

750 x 100 AD PLACEMENT

Melalui momentum ini, DLHK Kabupaten Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai membangun kesadaran kolektif: memilah sampah organik dan anorganik dari rumah, serta aktif menanam pohon demi mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi masa depan. (aa)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT