

TAIPEI | brigadepasopati.com – Pemerintah Taiwan secara resmi mengumumkan peningkatan status kesiagaan militer dan penyesuaian besar-besaran pada jadwal penerbangan internasional serta domestik. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap latihan militer skala besar “Misi Keadilan 2025” yang digelar oleh pihak Tiongkok di tujuh wilayah perairan dan udara yang mengelilingi Taiwan, pada Senin-Selasa (29–30/12/2025).

Latihan militer yang melibatkan simulasi pemblokiran pelabuhan dan uji coba rudal tersebut telah memaksa otoritas penerbangan sipil untuk menutup sebagian besar rute udara demi keselamatan publik. Tercatat lebih dari 150 penerbangan telah dibatalkan atau mengalami perubahan jadwal, yang berdampak pada setidaknya 100.000 penumpang internasional. Rute domestik menuju pulau-pulau luar seperti Kinmen dan Matsu saat ini ditangguhkan sepenuhnya karena berada dalam zona latihan tembakan langsung.
Menteri Transportasi dan Komunikasi Taiwan, dalam konferensi pers darurat di Taipei, menyatakan, “Keselamatan penumpang adalah prioritas mutlak kami. Saat ini, 11 dari 14 rute penerbangan utama Taipei terdampak secara langsung. Kami bekerja sama dengan organisasi penerbangan internasional untuk mengalihkan rute melalui wilayah udara alternatif di timur laut. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing.”
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Taiwan menegaskan kesiapan armada militer, “Angkatan Bersenjata Taiwan terus memantau pergerakan di sekitar selat dengan kewaspadaan tinggi. Kami telah mengerahkan aset udara dan laut untuk memastikan kedaulatan dan keamanan wilayah tetap terjaga. Kami tidak menginginkan eskalasi, namun kami siap merespons segala bentuk provokasi demi melindungi rakyat Taiwan.” (*)