

JAKARTA | brigadepasopati.com – Palang Merah Indonesia (PMI) terus memperkuat penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh. Pada tahap bantuan darurat ini, PMI memfokuskan sandang, khususnya bagi ibu-ibu terdampak banjir, dengan menyalurkan 120 ribu potong pakaian.
Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa bantuan sandang merupakan kebutuhan mendesak bagi para korban banjir, terutama perempuan, yang kehilangan atau mengalami kerusakan pakaian akibat terendam banjir.
“PMI fokus membantu kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Untuk tahap ini, kami menyiapkan bantuan sandang berupa 120 ribu potong pakaian khusus untuk ibu-ibu, agar mereka tetap memiliki pakaian yang layak selama masa pemulihan,” ujar Jusuf Kalla.

Saat ini, seluruh bantuan sandang tersebut sedang diproses pengemasan (packing) di Markas Pusat Palang Merah Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Selasa (30/12/2025). Proses ini dilakukan untuk memastikan bantuan tiba dalam kondisi rapi, bersih, dan siap langsung didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Rencananya, bantuan PMI tersebut akan mulai diloading ke kapal pada tanggal 2 Januari 2026, sebelum diberangkatkan menuju wilayah terdampak banjir pada tanggal 3 Januari 2026. Pengiriman akan menggunakan kapal Kalla Lines melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Jusuf Kalla menambahkan bahwa PMI terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan merata. “Kami bekerja sama dengan seluruh pihak terkait agar bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan, khususnya para ibu yang terdampak langsung oleh banjir,” tambah Ketum PMI Pusat.
Dengan penyerahan bantuan sandang ini, PMI berharap dapat meringankan beban para korban banjir serta mendukung upaya pemulihan kehidupan masyarakat Sumatera dan Aceh. (*)