160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Pada High-Level Segment Konferensi Perlucutan Senjata, Indonesia Desak Komitmen Global Perlucutan Senjata Di Tengah Ketidakpastia Dunia

750 x 100 AD PLACEMENT

JENEWA | brigadepasopati.com — Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan pernyataan nasional pada High-Level Segment Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swis, pada Senin (23/2/2026). Menlu menegaskan pentingnya perlucutan senjata sebagai pilar penting bagi keamanan dan perdamaian dunia. Menlu juga menyampaikan keprihatinan bahwa agenda perlucutan senjata global saat ini tidak hanya stagnan, tetapi mengalami kemunduran.

Menlu RI menilai situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu telah memberi tekanan berat terhadap multilateralisme dan hukum internasional, sehingga meningkatkan risiko eskalasi. Berakhirnya Perjanjian New START yang menyebabkan tidak adanya lagi kerangka pengendalian yang mengikat dua pemilik senjata nuklir terbesar di dunia dipandang melemahkan arsitektur pengendalian senjata global dan memperbesar ketidakpastian strategis. “Di tengah situasi ini, risiko salah perhitungan semakin meningkat,” ujar Menlu Sugiono.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam pidatonya, Menlu RI juga menekankan perlunya mengatasi ketidakseimbangan antara kewajiban nonproliferasi dan lambannya kemajuan perlucutan senjata. “Perlucutan senjata nuklir justru terkesan opsional, di tengah upaya keras negara-negara non-senjata nuklir melakukan proliferasi,” ungkap Menlu Sugiono.

 

Untuk itu Menlu Sugiono menyerukan urgensi penguatan komitmen politik dan kemajuan substantif agar Konferensi Perlucutan Senjata dapat mengembalikan kredibilitasnya sebagai forum perundingan utama. “Keamanan sejati dibangun dari rasa saling percaya dan dialog,” tandas Menlu Sugiono.

750 x 100 AD PLACEMENT

Menutup pidatonya, Menlu RI mendorong Konferensi Perlucutan Senjata untuk menampilkan ketahanan dinamis atau dynamic resilience. Konferensi tersebut harus mampu menjaga integritas dan tujuan utamanya di tengah ketegangan geopolitik. “Perlucutan senjata bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga keharusan moral demi masa depan dunia yang lebih aman dan damai,” tegas Menlu Sugiono.

 

Konferensi Perlucutan Senjata merupakan satu-satunya forum perundingan multilateral global di bidang perlucutan senjata. Konferensi ini berbasis di Jenewa, dengan 65 negara anggota termasuk lima negara pemilik senjata nuklir. Beroperasi berdasarkan konsensus dan berada di bawah mandat Majelis Umum PBB, forum ini telah melahirkan sejumlah perjanjian penting seperti Konvensi Senjata Kimia dan Traktat Pelarangan Uji Coba Nuklir. Sebagai anggota Konferensi Perlucutan Senjata, Indonesia secara konsisten mendorong perlucutan senjata yang menyeluruh, transparan, dan tidak diskriminatif. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT