

TULUNGAGUNG | brigadepasopati.com – Tenda biru-putih di halaman RSUD Campurdarat dr. Karneni berdiri megah, pada Rabu pagi (21/10/2026), pukul 10.00 WIB. Di balik backdrop besar bertuliskan “Launching Layanan CT Scan RSUD Campurdarat dr. Karneni” dengan foto Plt Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., sebuah momen bersejarah sedang berlangsung.
Seperti terlihat dalam foto, Plt. Bupati H. Ahmad Baharudin, didampingi Direktur RSUD Campurdarat dan pejabat berbatik, membungkuk menandatangani prasasti di atas meja berlapis kain biru. Goresan pena itu bukan sekadar tanda tangan, tapi penanda dimulainya era baru pelayanan kesehatan di wilayah selatan. “Ini adalah lompatan besar. Selama puluhan tahun warga selatan harus menempuh puluhan kilometer ke kota hanya untuk CT Scan. Hari ini rantai itu kita putus di sini,” ujar Plt Bupati H. Ahmad Baharudin dalam sambutannya.
Acara yang dihadiri Anggota Komisi C DPRD Tulungagung atau yang mewakili, Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, Direktur BPJS Kesehatan, dan jajaran Forkopimcam itu berlangsung khidmat namun penuh semangat.

Setelah penandatanganan, seluruh pejabat yang hadir, mulai dari yang berbaju batik hijau, kebaya pink, hingga jajaran direksi berdiri berjejer di atas karpet biru, mengepalkan tangan ke depan. Simbol kekompakan, satu tekad untuk memajukan kesehatan. “CT Scan ini bukan milik RSUD Campurdarat saja, tapi milik warga Tulungagung selatan. Mulai dari Campurdarat, Bandung, Besuki, Pakel. Pelayanan harus cepat, dekat, dan dicover BPJS,” ungkap Direktur RSUD Campurdarat.
Dengan beroperasinya CT Scan ini, diagnosa kasus stroke, trauma kepala, tumor, dan penyakit dalam yang membutuhkan pencitraan detail kini bisa dilakukan dalam hitungan menit di Campurdarat. Tak perlu lagi menunggu rujukan berjam-jam ke RSUD dr. Iskak.

Kehadiran Direktur RSUD dr. Iskak dan BPJS menjadi jaminan bahwa alat ini terintegrasi penuh dengan sistem rujukan nasional. Komisi C DPRD pun memastikan pengawasan anggaran untuk alat kesehatan strategis ini akan terus dikawal.
Rabu jam 10 pagi itu, RSUD Campurdarat tak lagi sama. Dari rumah sakit penyangga, kini naik kelas menjadi rumah sakit penentu. (Nang)