

MADIUN | brigadepasopati.com – Kelompok Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar kegiatan penyuluhan inovatif mengenai pemanfaatan limbah ampas tahu sebagai pakan alternatif untuk budidaya ikan lele. Kegiatan yang berlangsung, pada Rabu (28/1/2026) menyasar para pembudidaya lele di Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Bertempat langsung di salah satu lokasi budidaya lele milik warga, para Mahasiswa memberikan edukasi praktis mengenai cara mengolah ampas tahu menjadi pakan berkualitas. Inisiatif ini muncul sebagai solusi cerdas untuk mengatasi permasalahan limbah industri tahu sekaligus menekan tingginya biaya pakan pabrikan yang sering kali membebani para peternak lokal.

“Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDG 12 (Decent Work and Economic Growth),” kata Ketua Tim Mahasiswa BBK 7 UNAIR. Dukungan terhadap SDG 2 diwujudkan melalui upaya penguatan ketahanan pangan lokal dengan meningkatkan produktivitas hasil budidaya. Sementara itu, kontribusi pada SDG 8 terlihat dari peningkatan efisiensi ekonomi warga melalui pengurangan biaya produksi dan pemanfaatan bahan lokal yang berkelanjutan.
“Kehadiran dan masukan dari rekan-rekan Mahasiswa di sini sangat bermanfaat sekali bagi kemajuan usaha perikanan kami. Selama ini, kami hanya mengandalkan pakan pabrikan (pur), namun sekarang kami mendapatkan alternatif dari ampas tahu yang Insya Allah akan segera kami terapkan. Inovasi ini sangat membantu meningkatkan income (pendapatan) kami ke depannya,” ujar salah seorang pembudidaya lele di Desa Sukorejo.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Sukorejo tidak hanya mampu menjaga kelestarian lingkungan dengan meminimalkan limbah, tetapi juga dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka secara mandiri dan ramah lingkungan. (aa)