

BANYUWANGI | brigadepasopati.com — Salah satu Kelompok BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) Tahun 2026 yang diterjunkan di Desa Tegalrejo, Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan apresiasi dan rasa antusias atas sambutan hangat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi serta dukungan dari berbagai pihak di tingkat Desa hingga sekolah. Kelompok BBK 7 Desa Tegalrejo terdiri dari 9 Mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Aimee Nayla Valencia Chandra (S1 Akuntansi), Aaron Sava Nasyith Dakara (S1 Ekonomi Islam), Fanenda Yusfeha Chanzabreena (S1 Manajemen), Siti Haya Zhafirah Rahardja (S1 Ilmu Komunikasi), Nurul Kamilatun Ni’mah (S1 Akuakultur), Aulia Novia Safitri (D4 Manajemen Perkantoran Digital), Baariq Taufiiqulhakim (S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan), serta Christian Gavrila Sugiarto dan Rafa Nabila Hapsari (S1 Kedokteran Hewan).
Sebagai bagian dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan, kelompok BBK 7 Desa Tegalrejo melaksanakan salah satu program kerja unggulan bertajuk “Tanganku Bersih” yang diselenggarakan di SDN 3 Tegalrejo, pada Sabtu (10/1/2026). Program ini menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 5 dengan tujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini, khususnya melalui edukasi dan praktik mencuci tangan yang benar.
Pelaksanaan kegiatan didukung penuh oleh Kepala Sekolah, Guru, serta staf SDN 3 Tegalrejo. Edukasi diberikan melalui pemaparan materi, demonstrasi interaktif, serta pendampingan praktik mencuci tangan secara langsung. Para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya kebersihan tangan, langkah-langkah mencuci tangan yang benar, serta waktu yang tepat untuk mencuci tangan dalam aktivitas sehari-hari.

Kepala SDN 3 Tegalrejo, Sriani Astuti, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. “Program ini sangat membantu sekolah kami. Anak-anak sebenarnya sudah pernah mendapatkan sosialisasi cuci tangan, terutama pada masa pandemi Covid-19. Namun seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut bisa terlupakan. Kegiatan hari ini menjadi pengingat kembali agar anak-anak dapat mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar, baik di rumah maupun di sekolah,” ungkap Sriani Astuti.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan partisipasi aktif. “Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Para Guru juga berpartisipasi aktif selama berlangsungnya acara. Meskipun suasana cukup ramai, para siswa tetap menyambut kegiatan ini dengan penuh kegembiraan dan melaksanakan praktik cuci tangan dengan tertib,” ujar Baariq Taufiiqulhakim, Mahasiswa S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, selaku penanggung jawab Program Tanganku Bersih.

Lebih lanjut, Sriani Astuti menyampaikan terima kasih kepada Mahasiswa BBK 7 UNAIR atas kontribusi tenaga dan pemikiran yang telah diberikan kepada sekolah. Ia berharap kegiatan edukasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat terus tertanam dalam diri siswa. “Semoga ilmu yang diberikan hari ini dapat diserap dan dipraktikkan secara terus-menerus sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat,” tambah Kepala SDN 3 Tegalrejo.
Program “Tanganku Bersih” sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan hidup siswa, serta SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui promosi perilaku kebersihan dan sanitasi yang baik di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, kelompok BBK 7 UNAIR Desa Tegalrejo menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis pendidikan dan kesehatan. (aa/red)
