160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Arya Fatikh Juara 1 Putra Duta GenRe Indonesia 2026 Lewat Program SENANDUNG ASA

750 x 100 AD PLACEMENT

KOTA SEMARANG | brigadepasopati.com – Mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP), Arya Fatikh Izzan Juweri, meraih Juara 1 Putra Duta GenRe Indonesia 2026 dalam Puncak Ajang Kreativitas GenRe Nasional (ADUJAKNAS) 2026 yang berlangsung di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Jakarta, pada Selasa (22/9/2026).

 

Prestasi tersebut diraih melalui gagasan dan aksi dalam program SENANDUNG ASA (Seruan Remaja untuk Masa Depan Terencana) yang mengusung isu inklusivitas, Meaningful Youth Participation (MYP), serta percepatan penanganan stunting. Melalui SENANDUNG ASA, Arya Fatikh berupaya menjawab persoalan yang menurutnya memiliki satu benang merah, yaitu kesetaraan akses. Program tersebut mencakup berbagai kegiatan yang berkaitan dengan inklusivitas, partisipasi bermakna anak muda dalam kebijakan, hingga pemenuhan akses pangan bergizi.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Salah satu inovasinya adalah prototipe pelatihan motorik bagi remaja dengan disabilitas. Media latihan tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, seperti makan, menulis, dan menyikat gigi. Program juga dilengkapi pendampingan sehingga latihan dapat dilakukan secara bertahap. “Bagi saya, keberhasilan bukan hanya ketika alat itu digunakan, tetapi ketika seorang anak yang sebelumnya membutuhkan bantuan mulai berkata, ‘Aku bisa sendiri’,” ujar Arya Fatikh, pada Kamis (24/9/2026).

 

Di sisi lain, melalui aspek Meaningful Youth Participation, Arya Fatikh bersama tim menyusun policy brief berdasarkan aspirasi remaja. Sejumlah isu yang diangkat meliputi penguatan Youth Center, revitalisasi PIK Remaja, kesehatan dan kesejahteraan remaja, pencegahan perkawinan anak, penguatan peran ayah, stunting, serta ruang partisipasi bermakna bagi anak muda dalam kebijakan publik. Arya Fatikh menyebut pihaknya telah menghimpun sekitar 1.300 aspirasi untuk kemudian didorong menjadi rekomendasi kepada Pemerintah Daerah, DPRD, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam upaya mendukung pencegahan stunting, Arya Fatikh juga mengembangkan Dimsum Kelor Lele sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Inovasi tersebut memanfaatkan kelor dan lele sebagai bahan pangan yang dinilai dekat dengan masyarakat. Keduanya kemudian diolah dalam bentuk dimsum agar pangan bergizi dapat disajikan dengan bentuk yang lebih menarik dan praktis. “Pencegahan stunting tidak cukup hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang bagaimana pangan bergizi bisa diterima dan disukai masyarakat,” ungkap Arya Fatikh.

 

Lebih lanjut Arya Fatikh berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan dan direplikasi di berbagai daerah, termasuk melalui SPPG. Sebagai Mahasiswa Kedokteran Gigi FK UNDIP, Arya Fatikh menyebut proses pendidikan yang dijalaninya turut membentuk cara berpikir dalam mengembangkan berbagai program sosial tersebut. Salah satu pendekatan pembelajaran yang menurutnya paling relevan adalah BBDM (Belajar Bertolak dari Masalah). Melalui pendekatan tersebut, Mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebab, berdiskusi, mempresentasikan hasil pemikiran, hingga merumuskan solusi. “Cara berpikir itu sangat membantu saya ketika merancang program SENANDUNG ASA, melihat masalah terlebih dahulu, mendengar masyarakat, lalu menciptakan solusi yang bisa diterapkan,” jelas Arya Fatikh.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Setelah meraih Juara 1 Putra Duta GenRe Indonesia 2026, Arya Fatikh ingin menjadikan capaian tersebut sebagai awal untuk memperluas berbagai inisiatif yang telah dikembangkan. Ia berharap rekomendasi kebijakan berbasis suara anak muda dapat menjangkau Pemerintah Pusat, inovasi Dimsum Kelor Lele dapat direplikasi di berbagai daerah, serta alat bantu bagi remaja dengan disabilitas dapat dikembangkan sehingga semakin banyak remaja memperoleh kesempatan untuk mandiri. “Saya ingin SENANDUNG ASA tidak berhenti di Jawa Tengah. Saya ingin kebermanfaatan itu tumbuh dari satu Provinsi, lalu menjangkau Indonesia,” harap Arya Fatikh.

 

Bagi Arya Fatikh, capaian tersebut sekaligus menjadi pengingat untuk terus belajar dan mengambil peran di masyarakat. Ia mendorong Mahasiswa FK UNDIP untuk tidak menunggu gagasan menjadi sempurna sebelum mulai bergerak. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT