160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Pada Workshop Benchmarking Mendiktisaintek Pacu Tendik Arsiparis Jadi Lokomotif Perbaikan Kampus

750 x 100 AD PLACEMENT

SURABAYA | brigadepasopati.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI kembali menggelar Workshop Benchmarking Program Tendik Berdampak Bidang Arsiparis. Menghadirkan Tenaga Kependidikan (Tendik) dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, workshop tersebut terselenggara di Harris Hotel Gubeng, Surabaya, pada Selasa (7/4/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. secara resmi membuka acara tersebut. Dalam arahannya, Mendiktisaintek menegaskan bahwa program ini berfokus pada pendorongan kemampuan Tendik dalam memanfaatkan teknologi. Khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kegiatan tatap muka ini merupakan tahap ketiga dari rangkaian program berkesinambungan yang diikuti oleh 385 peserta terpilih dari tujuh bidang strategis Perguruan Tinggi se-Indonesia.

Prof. Brian menyebut bahwa peran tendik sangat sentral meski kerap tak terlihat di permukaan. Menurut Mendiktisaintek, tanpa Tendik yang profesional dan adaptif, sulit bagi negara untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing. “Tenaga kependidikan hari ini tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga bertindak sebagai lokomotif perbaikan sistem. Di dunia digital, kita dituntut bekerja lebih cerdas dan meninggalkan cara-cara lama,” tutur Prof. Brian.

750 x 100 AD PLACEMENT

Lebih lanjut, Mendiktisaintek berharap workshop tersebut dapat membangun jejaring yang kuat agar Tendik bisa berkolaborasi dan menjadi agen perubahan. “Kami ingin memastikan sistem pendidikan tinggi bergerak bersama menuju kualitas yang lebih baik dan berdampak bagi masyarakat. Semoga sepulang dari sini, ada forum-forum lanjutan untuk perbaikan berkelanjutan di kampus masing-masing,” imbuh Prof. Brian.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Dr. Ardianto, SE., Ak., M.Si. yang turut hadir juga memberikan apresiasi kepada para Tendik khususnya bidang Arsiparis. Prof. Ardianto menyoroti peran vital Arsiparis di tengah pesatnya era informasi. Menurut Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR, kearsipan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata hanya sebagai urusan administratif belakang meja semata. “Di era informasi saat ini, institusi sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya dan basis data yang akurat. Oleh karena itu, peran bapak dan ibu sekalian di bidang Arsiparis sangatlah penting dan strategis,” ungkap Prof. Ardianto.

Selama lima hari ke depan, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR berharap peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi juga melakukan benchmarking untuk mengukur dan meningkatkan kapasitas diri. “Semoga wawasan baru dari sini dapat diterapkan sebagai best practice di institusi masing-masing. Mari semangat belajar dan berkolaborasi untuk melahirkan inovasi bagi nusa dan bangsa,” pungkas Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR itu.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara itu, Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta, dan Pengembangan Organisasi (SDMMTPO) UNAIR Prof. Dr. Radian Salman, SH., LLM. menambahkan bahwa program ini merupakan kegiatan yang memiliki banyak bidang strategis. Khusus untuk bidang Arsiparis, Kemendiktisaintek secara langsung menunjuk dan menggandeng UNAIR untuk bekerja sama mensukseskan acara tersebut. “Program ini adalah kolaborasi Kementerian dengan Universitas Airlangga yang memiliki peran sangat penting dalam tata kelola Perguruan Tinggi, yakni bagaimana meningkatkan kapasitas dan profesionalitas Arsiparis. UNAIR terpilih untuk penyelenggaraan bidang Arsiparis. Ini artinya ada pertimbangan bahwa tata kelola arsip di UNAIR terbilang memadai, sehingga Kementerian mau berkolaborasi dengan kita,” terang Prof. Radian.

Direktur Direktorat SDMMTPO UNAIR juga merinci target utama yang ingin dicapai melalui forum kolaborasi ini. Khususnya dalam menjawab tantangan era disrupsi digital. Prof. Radian berharap, worksho kali ini dapat membantu peningkatan kapasitas para Tendik Arsiparis. “Harapannya, pertama adalah peningkatan kapasitas, kedua tentu sharing knowledge dari berbagai pengalaman, dan addressing problem dalam konteks kearsipan. Dengan begitu, peserta bisa menjadi pionir untuk memulai dan meningkatkan inovasi tata kelola arsip yang sesuai dengan kebutuhan dunia digital di Perguruan Tinggi masing-masing,” tandas Guru Besar Fakultas Hukum UNAIR. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT