160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Shaping the Future of Business Education: FEB UNAIR Dorong Transformasi Pendidikan Bisnis Untuk Menjawab Tantangan Masa Depan

750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA | brigadepasopati.com — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) menyelenggarakan CEO Talks 2026 sebagai rangkaian kegiatan Dies Natalis yang ke-65 FEB UNAIR di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/8/2026). Acara ini mengundang Keynote Speaker Neneng Goenadi selaku CEO Grab Indonesia, serta turut dihadiri para alumni FEB UNAIR yang tergabung kedalam IKAFE, termasuk Ignasius Jonan dan Theo Lekatompessy. Melalui acara ini, FEB UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi pendidikan bisnis agar semakin relevan dengan perubahan dunia usaha, perkembangan teknologi, serta kebutuhan dunia kerja melalui diskusi bertajuk “Shaping the Future of Business Education.”

 

Diskusi menghadirkan perspektif dari akademisi, pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan terkait mengenai arah pendidikan bisnis di tengah perubahan yang semakin cepat. Salah satu pesan utama yang mengemuka adalah bahwa transformasi bukan lagi sekadar respons terhadap krisis, melainkan telah menjadi bagian dari business as usual.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam diskusi tersebut, Neneng Goenadi menekankan pentingnya kepemimpinan dalam mendorong transformasi organisasi. “Transformasi membutuhkan clarity, courage, critical mindset, dan kemampuan untuk berkolaborasi. Dunia bisnis juga dituntut untuk terus melakukan continuous improvement agar mampu bertahan dan tetap relevan menghadapi perubahan,” ujar Neneng Goenadi.

 

Perspektif strategis juga disampaikan Muhammad Koba yang mengingatkan pentingnya memahami tidak hanya competitive advantage, tetapi juga strategic vulnerability. “Organisasi perlu mampu mengenali berbagai potensi kerentanan, termasuk risiko yang berasal dari aspek mikro, serta melakukan diversifikasi produk dan mitra untuk memperkuat ketahanan bisnis,” ungkap Muhammad Koba.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara itu, Deputi Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, menyoroti pentingnya transformasi institusi dan digitalisasi agar kebijakan publik tetap relevan dan mampu memberikan dampak nyata terhadap sektor riil. Lebih lanjut Solikin M. Juhro juga mendorong Perguruan Tinggi untuk memperbanyak case study dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

 

Sementara itu pandangan mengenai pentingnya keterhubungan antara pendidikan dan dunia industri turut disampaikan Ignasius Jonan. “Perlunya keterlibatan praktisi dalam proses pendidikan, khususnya pada jenjang Pascasarjana, sehingga Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga perspektif dan pengalaman praktis,” tandas Ignasius Jonan.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam konteks FEB UNAIR, Neneng Goenadi menegaskan bahwa agar pendidikan tetap relevan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, kurikulum perlu ditransformasi secara berkelanjutan. “Penguatan soft skills, case-based learning, serta keterlibatan industri menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Mahasiswa menghadapi dunia kerja,” tambah Neneng Goenadi.

 

Hal senada disampaikan Dian, Direktur OVO, yang menyoroti perkembangan artificial intelligence (AI). “AI akan semakin meningkatkan efisiensi, namun pendidikan harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat. Dosen perlu memperbarui case studies dan mengembangkan kemampuan analitis Mahasiswa, bukan hanya berfokus pada aspek kognitif,” terang Direktur OVO.

 

Sementara itu, Sutan Emir Hidayat dari KNEKS menekankan bahwa communication skill merupakan salah satu kompetensi paling penting bagi generasi masa depan. “Kemampuan Mahasiswa dalam mengekspresikan ide, membangun argumentasi, dan berkomunikasi secara efektif perlu terus diasah dalam proses pendidikan,” ucap Sutan Emir Hidayat.

 

Dari sisi industri, Bilton dari PT DOK Perkapalan mengingatkan pentingnya fokus pada penguatan internal organisasi. Menurutnya, organisasi tidak seharusnya terlalu berorientasi pada kompetitor, tetapi terlebih dahulu memastikan bahwa fondasi dan kapabilitas internal telah kuat.

 

Dalam sesi pembahasan Research and Societal Impact, Ahmad Hidayat menyoroti adanya demand yang kuat terhadap riset-riset berkualitas, khususnya untuk kebutuhan due diligence kelayakan investasi di dunia industri. Kemudian dari sisi Policy & Societal Impact, Ketua IKAFE, Rizky Supriadi, menggaris bawahi sejumlah isu entrepreneurship dalam pembelajaran dan penguatan program Alumni Mengajar melalui keterlibatan alumni untuk berbagi wawasan dan pengalaman dunia profesional di ruang kelas melalui program “Alumni Mengajar”.

 

Berbagai perspektif tersebut bermuara pada satu kesimpulan: pendidikan bisnis harus terus bergerak dari knowledge-based education menuju future-ready education.

Pendidikan bisnis masa depan tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga individu yang mampu berpikir kritis, menganalisis persoalan, berkomunikasi, beradaptasi, berkolaborasi, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

 

Melalui diskusi “Shaping the Future of Business Education”, FEB UNAIR memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap perubahan dan terus membangun kolaborasi antara akademisi, industri, Pemerintah, dan masyarakat.

“From knowledge to impact, from stability to transformation, and from job-ready to future-ready leadership.” Pesan tersebut menjadi refleksi sekaligus komitmen bersama untuk membangun pendidikan bisnis yang tidak hanya relevan untuk menghadapi tantangan hari ini, tetapi juga mampu membentuk pemimpin dan profesional yang siap menciptakan masa depan.

 

Melalui CEO Talk 2026, FEB UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan dunia usaha, Pemerintah, regulator, Alumni, dan berbagai pemangku kepentingan. Masukan yang dihimpun dari forum ini diharapkan menjadi bagian penting dalam merancang pendidikan, riset, dan kolaborasi industri yang semakin relevan serta mampu melahirkan pemimpin dan profesional yang siap menghadapi sekaligus menciptakan masa depan. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT