

SIDOARJO | brigadepasopati.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyerahkan bantuan mesin dehydrator kepada Kelompok UMKM yang melakukan diverifikasi produk kripik buah dan sayur. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) sebagai upaya meningkatkan efisiensi proses produksi mitra UMKM. Tim Abdimas UMSIDA diketuai oleh Nihlatul Qudus SN, SE., M.M. dan beranggotakan Inggit Marodiyah, ST., MT. serta Dr. Poppy Diana Sari, S.TP., M.P.
Mesin dehydrator diberikan sebagai teknologi tepat guna untuk membantu mitra dalam proses pengeringan bahan. Sebelumnya, proses pengeringan masih dilakukan dengan metode sederhana yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak. Dengan adanya dehydrator, proses pengeringan dapat dilakukan secara lebih praktis melalui pengaturan suhu dan waktu yang terkontrol.

Ketua Tim Abdimas, Nihlatul Qudus, menyampaikan bahwa pemberian mesin dehydrator diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mitra untuk mendukung pengembangan usaha. “Diharapkan dengan pemberian mesin dehydrator dapat dimanfaatkan masyarakat UMKM untuk mengembangkan usahanya,” ujar Nihlatul Qudus.
Setelah penyerahan alat, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan mesin dehydrator. Tim Abdimas memberikan pendampingan mengenai persiapan bahan sebelum pengeringan, pengenalan karakteristik bahan, cara pengoperasian mesin, hingga pengaturan suhu dan waktu yang sesuai. Dan sebelum pada bulan Juni dan awal Agustus 2026 juga telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan keuangan serta kemasan produk.
Pelatihan ini dilakukan agar mitra dapat menggunakan mesin secara mandiri dan tepat dalam kegiatan produksi sehari-hari. Penggunaan dehydrator juga memberikan manfaat dari sisi efisiensi biaya.

Ika Setyorini selaku Ketua Kelompok mengatakan bahwa penggunaan alat tersebut dapat menjadi alternatif yang lebih hemat dalam proses pengolahan. “Dengan adanya alat dehydrator ini jadi lebih hemat karena tidak menggunakan minyak dan penggunaan alatnya juga tidak memakan listrik yang banyak,” ungkap Ika Setyorini.
Selama pelatihan berlangsung, peserta turut mencoba dan memahami penggunaan mesin secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai diskusi mengenai pengaturan suhu, durasi pengeringan, serta jenis bahan yang dapat diolah menggunakan dehydrator.
Melalui pemberian dan pelatihan penggunaan mesin dehydrator, Tim Abdimas UMSIDA berharap mitra dapat meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus mengembangkan variasi produk olahan. Pemanfaatan teknologi tepat guna ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mitra untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. (lyla)