160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

OJK Jadikan Integritas Pasar Modal Prioritas Utama, Luncurkan ETF Emas Di HUT Ke-49

750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA | brigadepasopati.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadikan penguatan integritas Pasar Modal sebagai prioritas utama untuk mendorong akselerasi transformasi Pasar Modal Indonesia agar semakin efisien, transparan, tepercaya, dan inovatif.

 

Penguatan tersebut diharapkan dapat berperan dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan transformasi menuju ekonomi Indonesia yang resilien dan berkelanjutan. “OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas, transparansi, tata kelola dan enforcement serta sinergitas sebagai bagian dari rencana aksi reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia. OJK juga senantiasa terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan juga sistem pengawasan,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-49 Pasar Modal) di Jakarta, pada Senin (10/8/2026).

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Perayaan HUT Pasar Modal Indonesia dengan tema “Akselerasi Transformasi untuk Berdaulat, Mandiri, dan Maju Bersama” turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), asosiasi serta stakeholders lainnya.

 

Friderica Widyasari menjelaskan reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan telah mengubah wajah Pasar Modal Indonesia. Salah satu buktinya adalah jumlah Single Investor Identification (SID) yang telah menembus angka 30,27 juta atau tumbuh 48,67 persen yoy. “Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekedar angka, tidak hanya sekedar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna dibalik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” jelas Friderica Widyasari.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal merupakan momentum menjaga kepercayaan investor. “Saya apresiasi juga reformasi yang telah dilakukan dan berharap sektor keuangan makin kredibel, inovatif dan berdaya saing,” ucap Menko Airlangga.

 

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga mengapresiasi reformasi integritas yang dilakukan OJK bersama SRO. “Pemerintah menyambut baik agenda reformasi yang tengah dijalankan oleh OJK dan BEI mulai dari penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola hingga pendalaman pasar,” ungkap Wamenkeu Juda Agung.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam perayaan HUT ke-49 ini juga diluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai produk baru investasi yang diperdagangkan di bursa saham. Friderica Widyasari menyebut ETF Emas menjadi salah satu _quick win_ dari delapan rencana aksi OJK, yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi. “ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” kata Friderica Widyasari.

 

Menko Airlangga berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas. Sementara Wamenkeu Juda Agung mendukung peluncuran ETF Emas yang diharapkan memperluas basis investor dan memperkuat tata kelola.

 

Sedangkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menambahkan kehadiran ETF Emas diharapkan dapat memperkuat stabilitas Pasar Modal melalui diversifikasi instrumen.

 

Hingga 7 Agustus 2026 realisasi penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat sebesar Rp123,21 triliun melalui 135 aksi korporasi. Jumlah Emiten telah melampaui 962 perusahaan. Jumlah investor mencapai 30,27 juta atau bertambah sekitar 9,8 juta investor, dengan mayoritas 78 persen berusia di bawah 40 tahun. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana tercatat Rp667 triliun dan nilai Asset Under Management (AUM) di posisi Rp1.026 triliun.

 

Dari sisi perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26 September 2023 hingga 7 Agustus 2026 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar, diikuti partisipasi 158 perusahaan. “Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor,” terang Hasan Fawzi.

 

Dalam MSCI Market Classification Review Juni 2026, Indonesia kembali dipertahankan dalam klasifikasi Emerging Market sebagai pengakuan terhadap upaya perbaikan yang dilakukan OJK bersama SRO.

 

OJK bersama SRO terus mempercepat implementasi inisiatif strategis antara lain peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen, penyusunan kerangka pengaturan High Shareholder Concentration (HSC), dan peningkatan transparansi kepemilikan saham.

 

Sesuai Roadmap PMDK 2022-2027 fase akhir, OJK mendorong 4 target: pendalaman pasar, peningkatan integritas pasar, penguatan kelembagaan PUJK, dan pengembangan Keuangan Keberlanjutan melalui penambahan pengguna jasa di Bursa Karbon serta inovasi Sustainable Fund. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT