

SURABAYA | brigadepasopati.com – Upaya menggali jejak sejarah tokoh-tokoh nasional asal Surabaya menjadi fokus dalam Kajian Publik Penelusuran Tokoh-Tokoh Nasional Asal Surabaya yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Anak Pejuang Empat Lima Surabaya (DPP PAPELS) bekerja sama dengan Ikatan Alumni Jurusan Sejarah Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kegiatan berlangsung di Program Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UNESA, pada Sabtu (1/8/2026).
Mengusung semangat “Menggali Jejak Perjuangan, Meneguhkan Semangat Kebangsaan”, kajian ini diikuti Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Sosiologi. Tujuannya untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa melalui penelusuran kontribusi tokoh-tokoh nasional yang lahir, tumbuh, atau memiliki keterkaitan erat dengan Kota Surabaya.
Kajian menghadirkan tiga narasumber, yakni Charles E. Tumbel selaku Pendiri Gerakan Cinta Tanah Air (GCTA), Yudi Mujiono yang merupakan Ketua Umum DPP PAPELS sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni Jurusan Sejarah UNESA, serta Ahmad Zaki Yamani selaku Ketua Umum Komunitas Begandring Surabaya. Acara dimoderatori Aaron Sava N.D., Ketua Mahasiswa Pancasila (MAPANCAS) Kota Surabaya.
Dalam paparannya, Charles E. Tumbel menegaskan bahwa penelusuran sejarah tokoh-tokoh nasional asal Surabaya merupakan bagian penting dari upaya meluruskan fakta sejarah berdasarkan arsip, dokumen, dan sumber-sumber akademik yang dapat dipertanggungjawabkan. “Masih banyak tokoh nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa, namun belum banyak dikenal oleh masyarakat,” ujar Charles E. Tumbel.
Sementara itu, Yudi Mujiono menyampaikan bahwa Surabaya tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga sebagai kota yang telah melahirkan dan membentuk banyak tokoh nasional di bidang perjuangan kemerdekaan, Pemerintahan, pendidikan, kebudayaan, maupun pembangunan Indonesia. “Oleh karena itu, diperlukan penelitian dan dokumentasi yang berkelanjutan agar jejak pengabdian para tokoh tersebut tidak hilang ditelan zaman,” kata Ketua Umum Ikatan Alumni Jurusan Sejarah UNESA.

Lebih lanjut DPP PAPELS ingin mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru mengenai tokoh-tokoh nasional asal Surabaya. “Melalui kajian ini kami ingin mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru mengenai tokoh-tokoh nasional asal Surabaya sekaligus menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda. Sejarah tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi harus menjadi inspirasi dalam membangun karakter kebangsaan,” imbuh Yudi Mujiono.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Zaki memaparkan pentingnya pemanfaatan arsip, literatur, surat kabar lama, foto, serta sejarah lisan sebagai sumber utama dalam menelusuri perjalanan hidup tokoh-tokoh nasional asal Surabaya. “Kolaborasi antara komunitas sejarah, akademisi, dan organisasi masyarakat menjadi kunci dalam menghasilkan kajian sejarah yang komprehensif dan akurat,” ungkap Ahmad Zaki.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para Mahasiswa. Mereka aktif mengajukan pertanyaan mengenai metodologi penelitian sejarah, validitas sumber, hingga pentingnya pelestarian sejarah lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah nasional.
Melalui kegiatan ini, DPP PAPELS bersama Ikatan Alumni Jurusan Sejarah UNESA berharap lahir berbagai penelitian, publikasi ilmiah, dan dokumentasi sejarah mengenai tokoh-tokoh nasional asal Surabaya.
Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memperkaya historiografi Indonesia sekaligus memperkuat identitas kebangsaan melalui pemahaman sejarah yang lebih utuh dan berbasis fakta. (aa)