160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Alumni FEB UNAIR Solikin M. Juhro Yang Merupakan Asisten Gubernur BI Ungkap Kunci Meniti Karier Dan Berdampak Nyata

750 x 100 AD PLACEMENT

SURABAYA | brigadepasopati.com – Perjalanan karier Dr Solikin M. Juhro, SE., MAE., MA. dari seorang aktivis Mahasiswa hingga menduduki posisi strategis sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI), merupakan bukti nyata bahwa kesuksesan dibangun dari fondasi karakter dan nilai yang kuat. Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) itu membagikan pandangannya mengenai tantangan kepemimpinan di era digital dan bekal apa yang harus dimiliki Mahasiswa saat ini.

 

Tak hanya di Bank Sentral, reputasi dan kepiawaiannya juga diakui secara luas di kalangan ekonom Indonesia. Hal itu terbukti dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) yang kini telah memasuki periode ketiga. Dalam wawancara eksklusif, di Surabaya, pada Jum’at (9/1/2026) Solikin membagikan pandangannya mengenai tantangan kepemimpinan dan strategi kolaborasi di era digital.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Bagi Solikin, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tentang nilai (values) dan pelayanan. Pengalamannya aktif di berbagai organisasi semasa kuliah, mulai dari Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Himpunan Mahasiswa, hingga UKM Sepakbola, serta menjadi Ketua Karang Taruna di kampung halamannya, membentuk karakter kepemimpinannya yang inklusif.

 

Ia memegang teguh ajaran Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani serta sifat keteladanan Rasulullah (Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah) sebagai basis kepemimpinan. “Esensinya, leadership itu adalah The Power of We. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Ada dimensi serving atau melayani di situ, untuk kebaikan bersama,” ungkap Solikin. Lebih lanjut Solikin menekankan bahwa keragaman karakter orang yang dihadapi dalam organisasi justru memperkaya kematangan seorang pemimpin.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Menghadapi dinamika era digital yang penuh ketidakpastian, Solikin menyoroti bahwa tantangan terbesar pemimpin saat ini adalah menjaga relevansi agar terus mampu memberikan dampak positif. Ia mengingatkan bahwa perubahan lingkungan strategis menuntut adaptabilitas tinggi karena pola kekuasaan lama mulai bergeser. “Era digital membawa kebaruan (novelty) dan ambiguitas yang tinggi. Digitalisasi berkembang eksponensial dan mendesentralisasi otoritas,” jelas Alumni FEB UNAIR.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut dan tetap berdampak signifikan, Solikin menekankan tiga fondasi utama yang wajib dipegang: profesionalitas, inovasi, dan sinergi. Ia menegaskan bahwa kerja biasa saja tidak lagi cukup. “Kuncinya adalah kerja keras secara profesional (istiqomah), kemampuan berinovasi untuk menciptakan terobosan (breakthrough), dan kolaborasi,” tegas Solikin.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Menjawab tantangan masa depan, Solikin berpesan kepada Mahasiswa UNAIR bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Ia menjabarkan tiga kompetensi utama atau “Tri-Cerdas” yang wajib dimiliki lulusan saat ini. Pertama, Spiritual Smart (Strategic Vision). Kemampuan memiliki visi jauh ke depan dan memahami “mengapa” (start with why) kita melakukan sesuatu. Ini berkaitan dengan niat dan nilai. Kedua, Intellectual Smart (Strategic Action). Tidak hanya cerdas secara teori (book smart), tetapi juga cerdas di lapangan (street smart). Mahasiswa harus mampu bertindak taktis dan mengeksekusi rencana. Ketiga, Communication Smart. Kemampuan menjalin kolaborasi dan komunikasi strategis, karena tidak mungkin menghadapi kompleksitas masalah sendirian.

 

Di tengah kesibukannya sebagai pejabat tinggi BI, Solikin tetap produktif di dunia akademik. Ia telah menulis puluhan artikel jurnal internasional dan belasan buku, yang mana tiga di antaranya diterbitkan oleh penerbit internasional bereputasi dan tersedia di Amazon. Saat ini, ia tengah merampungkan buku internasional keempatnya yang bertajuk Sustainable Economy. “Saya menikmati setiap perjuangan dan pengorbanan itu, karena yang ingin saya capai adalah perbaikan values. Menjadi individu dan pemimpin yang lebih baik,” ujar Sekretaris Umum PP ISEI.

 

Menyoroti sinergi kampus dan Alumni, Solikin menegaskan pentingnya kolaborasi yang serius dan tidak sembarangan. “Spirit kolaborasi itu harus terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak langsung. Kalau tidak terstruktur, nanti acak-acakan,” tandas Solikin. Dan menekankan bahwa pelibatan Alumni harus berbasis pada eksposur keahlian nyata agar program pengembangan almamater dapat berjalan efektif dan tidak mati di tengah jalan. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT