160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Rektor UGM Dorong Akses Pendidikan yang Inklusif Dan Berkeadilan Pada Peringatan Hardiknas

750 x 100 AD PLACEMENT

SLEMAN | brigadepasopati.com – Universitas Gadjah Mada kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan menggelar upacara bendera di halaman Balairung, pada Sabtu (2/5/2026). Dihadiri oleh perwakilan sivitas, momen ini menjadi ruang refleksi kolektif tentang arah dan masa depan pendidikan Indonesia. Dalam upacara tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan pidato bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Upacara berlangsung khidmat dengan partisipasi Dosen, Tenaga Kependidikan, serta Mahasiswa.

 

Rektor UGM menyebutkan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang pendidikan bangsa. Prof. Ova Emilia menjelaskan bahwa nilai-nilai ajaran Ki Hajar Dewantara seperti Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani tetap relevan sebagai fondasi pendidikan Indonesia. Menurut Rektor UGM, pendidikan harus mampu membangun kapasitas diri sekaligus menumbuhkan karakter dan semangat belajar sepanjang hayat. Prof. Ova Emilia menambahkan bahwa pendidikan berperan sebagai ruang pembebasan yang menghadirkan keadilan dan kemajuan bagi masyarakat. “Peringatan Hardiknas tahun ini mengajak kita merefleksikan perjalanan panjang pendidikan bangsa sekaligus meneguhkan peran nilai-nilai luhur dalam membangun masa depan Indonesia,” ujar Prof. Ova Emilia.

750 x 100 AD PLACEMENT

Rektor UGM menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan pendidikan yang kompleks. Prof. Ova Emilia menyebutkan adanya kesenjangan akses, rendahnya literasi, serta belum meratanya fasilitas dan kualitas pendidikan di berbagai wilayah. Disamping itu, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan turut menghadirkan tantangan baru terkait integritas akademik dan relevansi lulusan. Rektor UGM menekankan bahwa penguatan partisipasi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut. “Penguatan partisipasi semesta diharapkan membuka peluang bagi setiap masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif dan inklusif,” jelas Prof. Ova Emilia.

 

Dalam pidatonya, Rektor UGM juga memaparkan berbagai capaian dan kontribusi UGM dalam mendukung pendidikan inklusif. Prof. Ova Emilia menyebutkan pengembangan skema penerimaan Mahasiswa dari latar belakang ekonomi terbatas serta daerah 3T, termasuk Mahasiswa penyandang disabilitas. Selain itu, program fast track, peningkatan jumlah Mahasiswa Pascasarjana, serta Program Double Degree terus diperluas untuk mendukung pengembangan akademik dan kolaborasi global. Penguatan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi dilakukan melalui berbagai inovasi, termasuk platform UGM Online yang menyediakan kredensial mikro dan kursus daring terbuka. “Berbagai inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen UGM dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” ungkap Rektor UGM.

750 x 100 AD PLACEMENT

Lebih lanjut Rektor UGM menambahkan bahwa program KKN-PPM menjadi salah satu wujud nyata kontribusi UGM yang berdampak langsung bagi masyarakat. Prof. Ova Emilia menjelaskan bahwa melalui kolaborasi lintas sektor, Mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang memperkuat empati, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama. Menurut Rektor UGM, pendidikan harus mampu membentuk karakter yang berlandaskan nilai moral, etika, dan penghormatan terhadap budaya lokal. Prof. Ova Emilia menegaskan bahwa tantangan pendidikan ke depan perlu dijawab melalui kerja kolektif, inovasi, dan evaluasi berkelanjutan. “Melalui pendidikan bermutu dan kolaborasi yang kuat, kita dapat mencetak sumber daya manusia unggul sebagai fondasi pembangunan bangsa,” tegas Prof. Ova Emilia.

 

Sebagai penutup rangkaian upacara, UGM memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 112 Aparatur Sipil Negara, yang terdiri dari Dosen dan Tenaga Kependidikan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian selama 30 tahun kepada 15 orang, 20 tahun kepada 36 orang, dan 10 tahun kepada 61 orang. Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi atas komitmen dan pengabdian dalam membangun pendidikan yang berkualitas. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT