

SURABAYA | brigadepasopati.com — Pusat Pengelolaan Dana Sosial Universitas Airlangga (PUSPAS UNAIR) menggelar seminar edukasi keuangan bertajuk “Naik Kelas Sejak Muda: Investasi dan Emas Syariah di Era Bullion Bank” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kemilau Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sriwijaya Lantai 5 ASEEC Tower Kampus B Universitas Airlangga, pada Rabu (4/3/2026) yang dihadiri oleh Mahasiswa, Akademisi, serta masyarakat yang antusias mempelajari investasi berbasis syariah.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari industri keuangan dan regulator, yakni Ahmad Nuruddin dari Bank Syariah Indonesia serta Normasita dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur. Diskusi dipandu oleh Dr. Fatin Fadhilah Hasib, Koordinator Business Innovation & Fund Management PUSPAS sekaligus Ex-Officio Sekretaris Nazhir Universitas Airlangga.

Dalam sambutannya, Dr. Fatin Fadhilah Hasib menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kemilau Ramadhan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga edukasi literasi keuangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan PUSPAS Universitas Airlangga. Tahun ini kami mengangkat tema investasi emas karena emas merupakan salah satu instrumen yang mampu melindungi nilai aset dan memiliki tren kenaikan yang relatif stabil dalam jangka panjang. Melalui seminar ini kami ingin memberikan edukasi kepada Mahasiswa dan masyarakat mengenai alternatif investasi syariah,” jelas Dr. Fatin Fadhilah.
Pada sesi materi, Ahmad Nuruddin dari Bank Syariah Indonesia menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas semakin meningkat seiring dengan kesadaran pentingnya memiliki aset riil. “Kegiatan sore tadi menunjukkan antusiasme luar biasa dari para peserta yang mulai menyadari pentingnya memiliki real asset. Di era Bullion Bank ini, BSI hadir bukan sekadar sebagai penyedia jasa keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis nasabah untuk mengamankan nilai kekayaan melalui ekosistem emas yang syariah, transparan, dan modern,” ujar Ahmad Nuruddin.
Terkait fluktuasi harga emas yang sempat mengalami koreksi akibat dinamika ekonomi global, Ahmad Nuruddin menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari karakteristik investasi jangka panjang. “Fluktuasi harga emas merupakan hal yang wajar dalam jangka pendek. Namun secara historis, emas tetap menjadi instrumen safe haven yang mampu melindungi nilai kekayaan dari inflasi. Koreksi harga justru dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai membeli emas di harga yang lebih rendah sebelum kembali meningkat,” terang Ahmad Nuruddin.
Lebih lanjut Ahmad Nuruddin juga menambahkan bahwa Bank Syariah Indonesia terus mendorong literasi investasi emas melalui tiga pilar utama, yakni keamanan dan kepatuhan syariah, kemudahan akses digital, serta solusi likuiditas bagi nasabah. “Investasi emas di BSI dijamin memiliki underlying fisik emas dan seluruh transaksinya sesuai prinsip syariah. Selain itu masyarakat dapat berinvestasi dengan mudah melalui layanan digital dengan nominal yang terjangkau, bahkan mulai dari pecahan kecil. Emas juga menjadi aset yang sangat likuid karena dapat dimanfaatkan melalui layanan gadai emas ketika nasabah membutuhkan dana,” papar Ahmad Nuruddin.

Sementara itu, Normasita dari Otoritas Jasa Keuangan menekankan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat mampu memilih instrumen investasi yang aman dan legal. Normasita mengingatkan peserta untuk selalu memastikan bahwa produk investasi yang dipilih berada di bawah pengawasan regulator serta tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan yang tidak realistis.
Sebagai bagian dari rangkaian program Kemilau Ramadhan, PUSPAS Universitas Airlangga juga akan menyelenggarakan kegiatan sosial “Buka Puasa Ceria Bersama 1000 Anak Yatim” yang digelar pada Jum’at, 6 Maret 2026 di Universitas Airlangga Convention Center. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PUSPAS Universitas Airlangga dengan Yatim Mandiri sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.
Acara tersebut akan dihadiri oleh Prof. Dr. Muhammad Madyan selaku Rektor Universitas Airlangga serta Sugeng Riyadi, Dirut Yatim Mandiri. Selain kegiatan buka puasa bersama, acara ini juga akan diisi dengan santunan kepada anak yatim, tausiyah, serta hiburan edukatif bagi para peserta. Melalui rangkaian kegiatan Kemilau Ramadhan ini, PUSPAS Universitas Airlangga berharap dapat menghadirkan keseimbangan antara edukasi investasi dunia dan penguatan nilai-nilai sosial serta spiritual di tengah masyarakat. (aa)