

VATIKAN | brigadepasopati.com – Pada hari ini, Sabtu (26/4/2025) waktu setempat, Vatikan menyelenggarakan Misa Pemakaman untuk Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus, yang dihadiri oleh sekitar 400.000 pelayat dari seluruh dunia. Upacara ini dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re, Dekan Dewan Kardinal, dan dihadiri oleh lebih dari 200 kardinal serta ribuan rohaniwan. Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Joe Biden, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Pangeran William, turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Paus Fransiskus, yang wafat pada 21 April 2025 di usia 88 tahun akibat stroke, dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan peduli terhadap kaum marginal. Beliau memilih untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, menjadikannya paus pertama dalam lebih dari satu abad yang dimakamkan di luar Vatikan. Petinya yang sederhana, dilapisi seng dan kayu, mencerminkan komitmennya terhadap kesederhanaan dan pelayanan.

Dengan wafatnya Paus Fransiskus, Gereja Katolik memasuki masa sede vacante selama sembilan hari berkabung. Selama periode ini, Dewan Kardinal yang dipimpin oleh Kardinal Kevin Farrell akan mengelola urusan Gereja. Sebanyak 138 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun akan berkumpul dalam konklaf di Kapel Sistina untuk memilih paus baru. Proses ini akan berlangsung hingga satu kandidat memperoleh dua pertiga suara mayoritas.
Beberapa nama yang disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Paus Fransiskus antara lain Kardinal Pietro Parolin dari Italia, Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina, dan Kardinal Matteo Zuppi yang dikenal moderat. Namun, sejarah menunjukkan bahwa hasil konklaf sering kali tak terduga.

Selama masa berkabung ini, umat Katolik di seluruh dunia diajak untuk mendoakan arwah Paus Fransiskus dan memohon bimbingan Roh Kudus dalam pemilihan pemimpin Gereja yang baru. (*)