

BLITAR | brigadepasopati.com – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tancap gas mempercepat perbaikan infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026. Sebanyak 14 titik jalan rusak di jalur strategis menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para pemudik.
Kepala DPUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, menegaskan pihaknya tidak ingin kecolongan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat musim mudik. Untuk itu, enam tim Unit Reaksi Cepat (URC) telah diterjunkan guna menyisir jalur utama hingga alternatif. “Perbaikan difokuskan pada jalur-jalur krusial. Target kami, sebelum puncak arus mudik, seluruh ruas prioritas sudah dalam kondisi mantap, aman, dan nyaman dilalui,” ujar Agus Zaenal dalam keterangannya, pada Selasa (17/3/2026).
Perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam menggunakan material cadangan serta teknik lapisan penetrasi (lapen). Tak hanya itu, DPUPR juga melakukan pemeliharaan intensif terhadap sejumlah jembatan yang dinilai rawan. Adapun titik prioritas penanganan meliputi:
– Jalur selatan ruas Blitar–Bakung hingga akses menuju Pantai Tambakrejo
– Jalur penghubung antardaerah Blitar–Kediri–Tulungagung
– Jalur timur menuju Malang via Selopuro
– Kawasan utara, khususnya wilayah Nglegok dan sekitarnya
“Total ada 14 titik jalan berlubang yang kami tangani, tersebar di jalur protokol maupun alternatif untuk meminimalkan risiko kecelakaan,” jelas Kepala DPUPR Kabupaten Blitar.
Selain mendukung kelancaran arus mudik, perbaikan juga difokuskan pada akses menuju destinasi wisata guna mengantisipasi lonjakan kunjungan selama libur Lebaran. Terlebih, rampungnya Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 3 ruas Serang–Sumbersih diproyeksikan mampu menjadi solusi efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan selatan.
Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan pengawasan ketat terhadap kualitas pengerjaan, termasuk melalui inspeksi langsung di lapangan, seperti di wilayah Kecamatan Bakung. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal selama momentum libur Lebaran. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas, khususnya saat melintas di area yang masih dalam proses perbaikan.(Nabil)