160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Kawal Ekonomi Jatim Lewat Road to EJAVEC 2026 Sinergi FEB UNAIR, BI, Dan ISEI 

750 x 100 AD PLACEMENT

SURABAYA | brigadepasopati.com – Ketidakpastian geopolitik global tengah menabuh genderang alarm bagi stabilitas ekonomi domestik. Jawa Timur masih menyumbang 25,29 persen terbesar kedua di Pulau Jawa dan Nasional sebesar 14,40 persen persen perekonomian nasional dengan populasi menembus 42 juta jiwa. Meski sektor industri tangguh menyerap 14,9 persen tenaga kerja, bayang-bayang ketimpangan antara wilayah utara dan selatan belum sepenuhnya pudar. Sadar akan urgensi tersebut, para pemikir ekonomi tak lagi sekadar berteori dari menara gading kampus.

 

​Menjawab tantangan riil di lapangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur menggelar Road to East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026 di Aula Fadjar Notonegoro, pada Kamis (5/3/2026). Ajang ini menjelma menjadi ruang lebur tempat riset akademik bertabrakan dengan kebutuhan kebijakan publik.

750 x 100 AD PLACEMENT

​Diwarnai dengan diseminasi Buku Kajian Kebijakan Publik ISEI Seri 6.1, EJAVEC 2026 memantik puluhan Peneliti, Dosen, dan Mahasiswa untuk beradu gagasan. Tujuannya meretas jalan bagi pertumbuhan Jawa Timur yang inklusif dan berkelanjutan.

 

​Advisor Kepala BI Jatim, Donni Fajar Anugrah, Ph.D., menyebut forum yang kini menginjak tahun ke-13 tersebut mengalami evolusi pesat. Bermula dari sekadar laporan sidang pleno pada 2020, gagasan-gagasan itu kini dikurasi menjadi seri buku cetak yang sistematis. “EJAVEC adalah wadah esensial bagi akademisi untuk mendedahkan paper dan riset terbaik mereka,” kata Donni Fajar.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

​Rangkaian roadshow ini tidak dibangun tanpa perhitungan. Ketua ISEI Cabang Surabaya, Prof. Dr. Drs. Soni Harsono, M.Si., menegaskan pendekatan AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) menjadi tulang punggung forum. Setelah mengentak Surabaya, estafet diskusi akan berlanjut ke Jember dan Malang pada April mendatang. “Kami ingin setiap paper yang lahir tidak sekadar menjadi tulisan, tetapi juga suara yang beresonansi. Buku ini adalah bukti empiris bahwa riset kampus bisa diimplementasikan dan berdampak langsung pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” tegas Prof. Soni Harsono.

 

​Dekan FEB UNAIR, Prof. Rudy Purwono, mengamini ambisi tersebut. Mengemban amanah sebagai tuan rumah pembuka, menargetkan rekomendasi kebijakan dari kampus bisa meresap hingga ke seluruh urat nadi Kabupaten/Kota di Jawa Timur, mengingat posisi vital Provinsi ini sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua di bawah DKI Jakarta.

750 x 100 AD PLACEMENT

​Sementara itu, Deputi Kepala BI Jatim, Rifki Ismal, Ph.D., yang hadir membawakan keynote speech, melempar tantangan konkret. Di tengah ketahanan ekonomi Jatim yang solid, daerah tetap harus bersiaga menghadapi efek domino perang dagang. “Fokus kita ke depan adalah memperkuat ketahanan pangan untuk komoditas krusial seperti beras, tomat, dan wortel, sekaligus menjinakkan inflasi daerah,” ujar Rifki Ismal.

Lebih lanjut ​Rifki Ismal juga mengungkap rencana misi dagang Pemprov Jatim dan BI ke Malaysia pada April mendatang untuk membuka keran pasar baru. Menariknya, Rifki Ismal secara terbuka ‘menantang’ kampus untuk menyuntikkan ide-ide segar. “Kami butuh masukan dari kampus untuk menyempurnakan kebijakan. Sinergi antara riset dan pemangku kebijakan adalah kunci,” pungkas Deputi Kepala BI Jatim. (aa)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT