

BANDUNG | brigadepasopati.com — Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Pembukaan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Tahun 2026 di Gedung Annex Lantai 3, Rektorat ITB, pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya ITB dalam memperkuat kapasitas Dosen agar semakin siap menghadirkan pembelajaran yang efektif, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyatakan bahwa PEKERTI bukan sekadar pelatihan formal untuk memenuhi tahapan sertifikasi Dosen, melainkan ruang pembelajaran bersama bagi para Dosen untuk terus memperbarui cara pandang dan pendekatan dalam mengajar.
Prof. Tatacipta Dirgantara mengatakan, tujuan utama seorang Dosen bukan hanya menyampaikan materi, tetapi memastikan Mahasiswa benar-benar belajar, memahami, dan berkembang. Menurut Rektor ITB, keberhasilan pembelajaran tidak diukur dari seberapa banyak Dosen berbicara di kelas, melainkan dari seberapa besar Mahasiswa mampu menangkap, menguasai, bahkan mengembangkan pengetahuan yang diberikan. “Tujuan kita bukan sekadar mengajar, tetapi membuat Mahasiswa belajar,” ujar Prof. Tatacipta Dirgantara.
Dalam paparannya, Rektor ITB menjelaskan bahwa profesi Dosen memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar memberi kuliah. Dosen adalah pendidik yang menjadi teladan, mengasah potensi Mahasiswa, membangkitkan semangat belajar, sekaligus membimbing mereka untuk bertumbuh. Peran itu juga mencakup coaching, mentoring, motivating, inspiring, training, dan character building, sehingga Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga arah, nilai, dan keberanian untuk berkembang.
Prof. Tatacipta Dirgantara juga mengingatkan bahwa Dosen memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul melalui pembangunan kualitas manusia. Dalam salah satu materi yang disampaikannya, Rektor ITB menunjukkan bahwa negara maju bertumpu besar pada modal insani. Karena itu, investasi pada pendidikan dan kualitas manusia menjadi fondasi penting bagi kemajuan bangsa.
Selain sebagai pendidik, Dosen juga berperan sebagai peneliti dan inovator. Prof. Tatacipta Dirgantara menekankan bahwa Dosen perlu terus membangun inisiatif, gagasan, dan perencanaan riset yang relevan dengan kebutuhan Indonesia. Keahlian akademik yang unggul, menurutnya, harus terhubung dengan sektor-sektor yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan bangsa.

Dalam presentasinya, Rektor ITB juga mengaitkan peran Dosen dengan tantangan besar abad ke-21. Prof. Tatacipta Dirgantara menampilkan berbagai capaian rekayasa dunia, mulai dari pengembangan energi surya yang lebih ekonomis, akses air bersih, peningkatan kualitas kesehatan, keamanan siber, hingga pembelajaran yang semakin personal. Bagi ITB, hal tersebut menjadi pengingat bahwa Perguruan Tinggi perlu menyiapkan Dosen yang mampu mendidik Mahasiswa untuk berkontribusi pada persoalan nyata dan masa depan peradaban.
Lebih lanjut Rektor ITB juga menyoroti tantangan baru di dunia pendidikan akibat perkembangan kecerdasan artifisial. Menurutnya, perubahan teknologi menuntut Dosen untuk terus menyesuaikan metode pembelajaran agar Mahasiswa tetap aktif berpikir, berefleksi, dan menghasilkan karya secara otentik. “Karena itu, PEKERTI dipandang penting sebagai ruang penyegaran bagi Dosen, baik dalam memahami teknik instruksional dasar maupun dalam merespons perubahan lanskap pembelajaran di era digital,” tutur Prof. Tatacipta Dirgantara.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia ITB, Prof. Dr.rer.nat. Mutiara Rachmat Putri, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa PEKERTI juga memiliki kaitan erat dengan kesiapan Dosen mengikuti sertifikasi Dosen. Prof. Mutiara Rachmat menjelaskan, kebijakan terbaru membuat skema sertifikasi tidak lagi berbasis kuota tiap Perguruan Tinggi, melainkan kuota nasional. “Sekarang tidak ada lagi kuota untuk tiap-tiap Perguruan Tinggi. Kuota ditetapkan secara nasional. Karena itu, yang paling penting untuk diperhatikan oleh para Dosen adalah pemenuhan persyaratan administrasi,” ungkap Direktur Sumber Daya Manusia ITB.

Maka dari itu, Prof. Mutiara Rachmat mengajak seluruh peserta untuk mempersiapkan seluruh persyaratan dengan cermat, teliti, dan sesuai ketentuan. Menurutnya, substansi akademik para Dosen ITB pada dasarnya sudah sangat kuat, namun aspek teknis dan administrasi tetap perlu mendapat perhatian serius agar tidak menjadi kendala dalam proses sertifikasi.
Melalui program ini, Direktur Sumber Daya Manusia ITB berharap semakin banyak Dosen yang siap mengikuti Sertifikasi Dosen Nasional maupun penguatan kapasitas Dosen internal. (*)