160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Berkat Inovasi Biosensor LumiKit Tim UNAIR Raih Juara 3 Dan Best Presenter Di Biolexion ITB 

750 x 100 AD PLACEMENT

SURABAYA | brigadepasopati.com – Mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang. Tim Lumilit, tim kolaborasi lintas angkatan 2022 dan 2023, berhasil meraih Juara 3 dan Best Presenter Lomba Karya Tulis Biolexion 2.0 di Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

Tim Lumilit beranggotakan Yusag Abdillah sebagai Ketua Tim, serta Alifa Jeanny Camila, Ainun Azka Rohmatillah, dan Venesa Filda Agnesia sebagai anggota. Kolaborasi lintas angkatan ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka, sekaligus menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan karya ilmiah kompetitif. “Kami ingin menawarkan solusi berbasis biologi molekuler yang dapat diaplikasikan untuk konservasi laut. LumiKit kami rancang agar mampu memberikan sinyal dini ketika perairan mulai tercemar,” ujar Yusag Abdillah, selaku Ketua Tim, pada Rabu (8/4/2026).

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam kompetisi tersebut, tim mempresentasikan karya inovatif berjudul LumiKit: Biosensor Molekuler Vibrio Fischeri Berbasis Quorum Sensing sebagai Sistem Early Detection Pencemaran Laut oleh Nikel di Kawasan Konservasi. Inovasi tersebut memodifikasi Vibrio Fischeri secara in silico dengan pendekatan CRISPR-Cas9, memungkinkan intensitas bioluminesensi bakteri meredup ketika terpapar nikel.

 

Yusag dan tim merancang teknologi tersebut sebagai sistem peringatan dini untuk kawasan laut. Terutama wilayah Sulawesi dan Maluku yang terdampak aktivitas pertambangan nikel. “Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan isu lingkungan yang sedang terjadi di Indonesia. LumiKit kami harapkan dapat membantu deteksi cepat pencemaran nikel di kawasan konservasi laut,” ujar Ainun Azka, salah satu anggota tim.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Tim mengaku proses riset menghadirkan berbagai tantangan, terutama keterbatasan literatur dan kompleksitas metode CRISPR yang belum pernah mereka praktikkan secara langsung. “Banyak konsep teknis yang sebelumnya belum pernah kami temui di perkuliahan. Kami harus belajar dari nol melalui jurnal internasional dan diskusi intensif agar rancangan molekuler kami benar-benar matang,” tambah Ainun Azka.

 

Perjalanan menuju kompetisi menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Tim Lumilit. Selama perjalanan ke Bandung, para anggota berlatih tanpa henti. Ainun Azka dan Venesa Filda fokus mempersiapkan presentasi, sementara Yusag Abdillah dan Alifa Jeanny memperdalam ulang teori dan desain molekuler. “Kami bahkan latihan di gerbong makan tengah malam supaya suasananya lebih kondusif. Semua anggota berkomitmen, sesibuk apa pun tetap meluangkan waktu untuk tim,” ungkap Venesa Filda, salah satu presenter yang turut meraih gelar Best Presenter Biolexion 2.0 2026.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari bimbingan intensif Almando Geraldi, S.Si., Ph.D. yang mengarahkan tim dalam memahami konsep Biologi Sintetik (SynBio). Prestasi Juara 3 ini menjadi bukti bahwa kerja sama, pembagian tugas yang jelas, serta komitmen tinggi dapat membawa tim mencapai hasil terbaik. “Kami belajar bahwa kompetisi bukan hanya soal menang, tetapi tentang proses, menerima kritik, dan membangun koneksi dengan peserta dari berbagai Universitas,” pungkas Venesa Filda. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT