

LAMONGAN | brigadepasopati.com – Mahasiswa BBK (Belajar Bersama Komunitas) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program kerja DESA BERSERI dengan pembuatan plang jalan dan plang arah rumah RT/RW di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Proses pembuatan hingga pemasangan membutuhkan waktu 9 hari, dimulai pada tanggal 16 Januari 2026 hingga 25 Januari 2026.
Mahasiswa KKN-BBK 7 UNAIR membuat dan memasang plang arah jalan yang berisi informasi arah RT/RW dan nama jalan di persimpangan jalan Desa Kesambi. Program ini terutama bertujuan untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat dan pendatang. Keberadaan plang penunjuk arah diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan Desa yang tertib, informatif, dan mudah dikenali. Program kerja ini merupakan saran dari Sekretaris Desa, Anam. “Kalau lingkungan bisa dibikin plang jalan aja, itu membantu,” kata Anam.
Sebelum pelaksanaan program, Mahasiswa BBK melakukan koordinasi dengan perangkat Desa dan Ketua RT setempat serta berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa tersebut untuk mengidentifikasi titik-titik strategis yang membutuhkan plang penunjuk arah. Dan hasil koordinasi menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa ruas jalan dan rumah RT yang belum memiliki penanda jelas, sehingga menyulitkan masyarakat maupun tamu dari luar Desa dalam mencari lokasi tertentu, terutama kurir paket yang hendak mencari alamat rumah warga. “Tiap deket Hari Raya gitu, banyak orang luar yang dateng kesini buat beli harumanis. Plang jalan ini bisa bantu UMKM sini, biar mereka tinggal bilang jalan apa RT berapa ke pembeli,” ujar Zaka, Ketua Karang Taruna setempat, pada Minggu (25/1/2026).

Proses pembuatan plang dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat Desa serta Karang Taruna. Kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kemitraan antara Mahasiswa, Pemerintah Desa, dan masyarakat sekitar dalam membangun lingkungan yang lebih tertib.
Program pembuatan plang jalan dan arah rumah RT ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Plang tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga sebagai sarana edukasi masyarakat mengenai tata ruang dan keteraturan wilayah. “Keberadaan plang jalan dan penunjuk rumah RT ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi pendatang dan tamu dari luar Desa. Lingkungan Desa menjadi lebih tertib, rapi, dan mudah dikenali. Kami sangat mengapresiasi kontribusi Mahasiswa BBK UNAIR yang telah berkolaborasi dengan perangkat Desa dan warga,” jelas Anam.
Melalui program ini, Mahasiswa UNAIR menunjukkan peran aktifnya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata. “Diharapkan keberadaan plang nama jalan dan RT/RW di Desa Kesambi dapat terus dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan Desa yang tertib, informatif, dis kolaboratif,” ungkap salah satu perwakilan tim Mahasiswa BBK 7 UNAIR. (lik/is)