

SURABAYA | brigadepasopati.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengambil langkah cepat dengan mengoperasikan Kereta Api (KA) Tambahan serta menambah kapasitas gerbong kereta reguler relasi Surabaya menuju Jakarta mulai hari ini, Senin (7/9/2026). Kebijakan taktis ini diambil guna mengakomodasi lonjakan penumpang yang masif akibat lumpuhnya sejumlah penerbangan imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa perpindahan moda transportasi masyarakat dari udara ke kereta api memicu kenaikan volume pelanggan yang sangat signifikan. Berdasarkan data terkini, pada Minggu (6/9/2026), jumlah penumpang di Daop 8 melonjak hingga mencapai 40.723 orang, atau naik sekitar 8 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Kepadatan penumpang terus terpantau di stasiun-stasiun keberangkatan utama seperti Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasarturi. “Sebagai bentuk komitmen KAI dalam memberikan pelayanan prima dan memastikan konektivitas antar-kota tetap berjalan aman dan lancar di tengah situasi darurat ini, kami resmi mengoperasikan perjalanan KA Tambahan relasi Surabaya Pasarturi – Gambir (PP). Langkah ini kami harapkan dapat menjadi solusi transportasi utama bagi masyarakat yang terdampak pembatalan penerbangan,” ujar Mahendro Trang Bawono, pada Senin (7/9/2026).

Selain mengoperasikan rangkaian KA Tambahan, KAI Daop 8 Surabaya juga memaksimalkan kapasitas rangkaian kereta reguler yang sudah ada. Sejumlah perjalanan KA reguler arah Jakarta yang semula membawa 8 kereta eksekutif kini diperpanjang formasinya menjadi 9 kereta eksekutif. Melalui strategi penambahan ini, KAI berhasil menyediakan sedikitnya 582 tempat duduk tambahan siap pakai khusus untuk mengakomodasi penumpang rute Surabaya–Jakarta. (*)