160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Aksi Damai Di Alun‑Alun Kota Blitar, Aliansi SPPG Tegaskan Dukungan Penuh Keberlanjutan

750 x 100 AD PLACEMENT

KOTA BLITAR | brigadepasopati.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Peta Blitar Raya menggelar aksi damai di halaman Alun‑Alun Kota Blitar, pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud penegasan komitmen bersama sekaligus dukungan teguh terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.

Aksi damai tersebut dihadiri berbagai elemen yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program di wilayah Kota maupun Kabupaten Blitar, meliputi para relawan, pengelola dapur, mitra pembangunan, hingga pemasok bahan baku lokal. Turut hadir Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Tan Ngi Hing, serta perwakilan mitra pelaksana.

Koordinator Aliansi SPPG Peta Blitar Raya, Bambang Chaspo, menyatakan bahwa Program MBG tidak sekadar berfungsi sebagai sarana pemenuhan gizi bagi anak sekolah, melainkan telah tumbuh menjadi penggerak utama perekonomian daerah yang memiliki dampak sangat strategis dan luas jangkauannya. “Program MBG ini sungguh luar biasa manfaatnya. Di satu sisi, menyediakan makanan bergizi bagi anak‑anak guna membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan kuat menuju Generasi Emas 2045. Di sisi lain, program ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus memberdayakan pelaku usaha dan produsen lokal,” ujar Bambang di tengah rangkaian kegiatan.

Ia kemudian memaparkan data riil mengenai skala serapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi yang terjadi di wilayah Blitar Raya. Berdasarkan catatan aliansi, rata‑rata satu unit dapur SPPG mempekerjakan sekitar 47 hingga 50 orang tenaga kerja. Dengan total sekitar 160 dapur yang beroperasi aktif di seluruh Blitar Raya, 30 unit di Kota Blitar dan 129 unit di Kabupaten Blitar, program ini telah menyerap sekitar 5.000 hingga 7.000 tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam hal rantai pasokan, setiap dapur menjalin kerja sama dengan rata‑rata 15 pemasok berbeda. Hal ini membuka akses luas bagi penyerapan langsung hasil produksi dari petani, peternak, nelayan, pedagang pasar, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagai gambaran kebutuhan harian, satu dapur saja memerlukan pasokan beras sekitar 1 hingga 2 kuintal, belum termasuk kebutuhan lauk‑pauk, aneka sayuran segar, dan telur yang seluruhnya dibeli dari sumber lokal.

Terkait asumsi yang beredar di masyarakat, Bambang meluruskan bahwa dapur‑dapur yang berdiri ini bukanlah milik investor bermodal besar dari luar daerah. Sebaliknya, pembangunannya lahir dari semangat kolaborasi dan gotong royong masyarakat sendiri. Nilai investasi untuk mendirikan satu dapur SPPG berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar, yang dihimpun secara swadaya oleh para mitra lokal.

Dalam kesempatan itu pula, Aliansi SPPG menyampaikan sikap resmi merespons kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara operasional program bertepatan dengan masa libur sekolah. Langkah tersebut diambil Pemerintah guna kepentingan efisiensi anggaran sekaligus evaluasi menyeluruh demi penyempurnaan mutu dan tata kelola layanan ke depan.

Meski keputusan ini berarti ribuan relawan dan petugas dapur beristirahat sementara, pihak aliansi menegaskan tidak mempermasalahkannya dan tetap mendukung penuh demi kemajuan kualitas program secara berkelanjutan. “Di wilayah Blitar kami tidak menganggap hal ini sebagai kendala. Kami sepenuhnya mengikuti arahan Pemerintah untuk melakukan efisiensi sekaligus evaluasi berkala. Dukungan kami tetap utuh dan penuh agar program ini dapat berjalan lebih baik dan lebih tepat sasaran lagi,” tegas Bambang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Selama masa jeda operasional tersebut, kegiatan pengolahan dan pembagian makanan memang dihentikan sementara. Namun, unsur tenaga inti yang meliputi kepala satuan pelayanan, ahli gizi, serta staf administrasi tetap menjalankan tugas guna menyelesaikan laporan pertanggungjawaban serta persiapan teknis menjelang masa pelaksanaan kembali.

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Tan Ngi Hing, menilai aksi damai ini menjadi bukti nyata soliditas dan kebersamaan seluruh unsur pelaksana sekaligus penegasan dukungan kepada Pemerintah agar program strategis ini tetap dilanjutkan dan disempurnakan. “Kegiatan ini sangat luar biasa dan positif demi kepentingan anak‑anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045 sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto,” ucap Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Blitar.

Lebih lanjut Tan Ngi Hing menegaskan pihaknya menghormati keberagaman pandangan di tengah masyarakat. Namun, ia mengajak seluruh elemen bangsa tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendukung program yang terbukti memberi manfaat luas. Kritik pun dipersilakan disampaikan dengan santun, berdasar, dan konstruktif, tanpa bernada penghinaan terhadap pemimpin negara. “Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia: berbeda pendapat silakan, tetapi mari bergandengan tangan mendukung program Pemerintah demi kepentingan bangsa,” tandas Tan Ngi Hing.

Selain aspek pemenuhan gizi dan penurunan angka stunting, Tan Ngi Hing kembali menekankan dampak ekonomi nyata yang dirasakan. Relawan memiliki kesempatan bekerja dan menghidupi keluarga, sementara petani, peternak, dan pelaku usaha lokal mendapatkan kepastian pasar bagi hasil produksinya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Perwakilan mitra pelaksana, Demy Alam, menambahkan bahwa aksi damai ini sekaligus menjadi momen memperkuat ikatan antarmitra dan relawan di tengah arus beragam informasi terkait evaluasi program. “Kami ingin menunjukkan bahwa relawan SPPG adalah instrumen yang ikut menyukseskan program nasional. Niat kami tulus, turut berperan dalam pembangunan bangsa lewat pemenuhan gizi, penanganan stunting, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan Demy, menyikapi sikap kritis dan evaluasi yang disuarakan kalangan Mahasiswa maupun elemen masyarakat lain sebagai hal yang wajar dan dibutuhkan demi penyempurnaan. Ia menegaskan, sejauh yang diketahui, arahan Pemerintah adalah evaluasi, bukan penghentian total program. “Saya pun berasal dari latar belakang aktivis. Daya kritis Mahasiswa sangat dibutuhkan. Kami pun mengakui masih ada kekurangan di sana‑sini, namun perbaikan terus dilakukan. Justru kami berterima kasih karena evaluasi akan membuat Program Makan Bergizi Gratis semakin matang, tepat sasaran, dan bermanfaat lebih luas lagi,” pungkasnya. (Azzain)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu mungkin juga suka
930 x 180 AD PLACEMENT