

SIDOARJO | brigadepasopati.com – Dalam rangka meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan AUM terkait prinsip akuntabel dan transparan serta memperkuat tata kelola kelembagaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang profesional dan amanah, LPPK Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo bekerja sama dengan bidang pendidikan, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo, pada Selasa-Rabu (10-11/2/2026) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan dan Sosialisasi Perpajakan AUM Pendidikan se-Kabupaten Sidoarjo bertempat di Aula Gedung Mas Mansyur SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Muhida).
Kegiatan ini melibatkan Tim LPPK PDM Sidoarjo sebagai pendamping pelatihan yang diikuti oleh para Bendahara dan Kepala Sekolah dari berbagai jenjang (SD, MI, SMP, MTs, SMK dan SMA) pendidikan Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo sebagai peserta. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan dan penguatan PDM kapasitas sumber daya manusia dalam bidang manajemen keuangan sekolah, sekaligus sebagai bentuk komitmen Persyarikatan dalam mewujudkan tata kelola lembaga pendidikan yang profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dihari pertama materi disampaikan oleh Noerwachid Suprijanto SA, selaku Bendahara LPPK Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo menegaskan bahwa tata kelola keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan dan kredibilitas lembaga pendidikan Muhammadiyah. Selain itu pengelolaan keuangan yang tertib dan sesuai pedoman bukan hanya menyangkut aspek administratif, tetapi juga menyangkut amanah Persyarikatan serta kepercayaan masyarakat.
“Kami berharap ke depan seluruh sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo memiliki sistem pengelolaan dan pelaporan keuangan yang tertib, terstandar, dan sesuai regulasi perpajakan. Sekolah Muhammadiyah harus unggul tidak hanya dalam mutu pendidikan, tetapi juga dalam manajemen dan akuntabilitas kelembagaan,” ujar Noerwachid. Lebih lanjut, Bendahara LPPK PDM Sidoarjo menekankan bahwa standarisasi sistem pelaporan keuangan akan memudahkan proses monitoring, evaluasi, dan pembinaan oleh Majelis, sekaligus meminimalisir potensi kesalahan administratif yang dapat berdampak pada aspek hukum maupun reputasi lembaga.

Sebagai narasumber kedua, Dr. Imelda Dian Rahmawati, S.E., M.Ak., Ak., CA., menyampaikan materi secara komprehensif terkait prinsip dasar akuntansi, sistem pengendalian internal, penyusunan laporan keuangan, serta kewajiban perpajakan bagi Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan. Dalam paparannya, Dr. Imelda menegaskan bahwa pelaporan keuangan memiliki dimensi tanggung jawab yang luas, tidak hanya kepada Persyarikatan, tetapi juga kepada orang tua siswa dan masyarakat.
“Pelaporan keuangan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional. Laporan yang disusun secara benar, transparan, dan sesuai pedoman akan memperkuat kepercayaan Persyarikatan serta masyarakat terhadap Amal Usaha Muhammadiyah,” tegas Dr. Imelda. Dalam melakukan pemaparan Dr. Imelda juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam pencatatan transaksi, pemisahan fungsi dalam pengelolaan kas, serta kepatuhan terhadap ketentuan perpajakan agar lembaga terhindar dari risiko sanksi administrasi.
Kemudian dihari kedua Materi disampaikan oleh Drs Utomo Sapto Atmodjo, MM., Ak. Ketua LPPK Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, dengan memberikan pengenalan sistem administrasi perpajakan berbasis Coretax. “Kedepan, dengan adanya sistem coretax dapat mempermudah sekolah dalam pelaporan pajaknya,” kata Ketua LPPK Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme.

Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait berbagai permasalahan teknis yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan keuangan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan Majelis Dikdasmen dan PNF, PDM Sidoarjo dalam membangun budaya pengelolaan keuangan yang profesional dan berintegritas. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh Kepala Sekolah dan Bendahara sekolah memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun laporan keuangan secara sistematis dan menjalankan kewajiban perpajakan secara benar. Melalui sinergi antara Majelis, pimpinan sekolah, dan pengelola keuangan, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo diharapkan semakin kokoh dalam tata kelola, semakin dipercaya masyarakat, serta semakin berkemajuan dalam mencetak generasi unggul dan berakhlak mulia. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa akuntabilitas dan transparansi merupakan bagian dari nilai-nilai Persyarikatan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan dalam setiap pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah. (tif/aa)