

ATHENA | brigadepasopati.com — Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, bersama Wakil Menteri Luar Negeri Yunani, Mr. Theoharis telah memimpin pertemuan bilateral dalam rangka persiapan pertemuan pertama Joint Committee on Economic Cooperation (JCEC) RI-Yunani, pada Jum’at (13/2/2026).
Pada pertemuan bilateral ini memberikan arti penting bagi hubungan ekonomi kedua negara yang telah memiliki Perjanjian Kerja Sama Ekonomi sejak tahun 2019. Pembentukan JCEC ini merupakan salah satu implementasi dari mandat perjanjian ini, sekaligus milestone hubungan ekonomi bilateral.

Pertemuan membahas hal-hal yang berkaitan dengan persiapan pertemuan pertama serta modalitas JCEC antara lain termasuk ruang lingkup dan kesepakatan pelibatan K/L terkait serta sektor swasta dalam pertemuan JCEC. Kedua co-chairs juga membahas upaya peningkatan hubungan ekonomi RI-Yunani, termasuk isu maritim, energi baru terbarukan, kesehatan & wellness, serta bertukar pandangan tentang berbagai isu regional dan global.
Wamenlu RI sampaikan bahwa kesepakatan Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) telah memberikan momentum baru bagi Indonesia untuk perluasan akses ke pasar Eropa. Hal ini juga diharapkan akan mendorong peningkatan kerja sama investasi dan perdagangan dengan Yunani.
“Tahun ini akan ada kunjungan delegasi bisnis dari Yunani ke Indonesia sehingga kita bisa memulai kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak terutama di bidang maritim,” ujar Wamenlu RI.

Lebih lanjut Wamenlu RI juga menekankan peran strategis Yunani di Eropa yang memiliki potensi besar untuk kerja sama dengan Indonesia khususnya di sektor industri perkapalan dan pengembangan pelabuhan termasuk kerja sama pendidikan dan kebudayaan. Indonesia juga menjajaki peluang Yunani sebagai pintu masuk alternatif ke wilayah Eropa, khususnya Eropa Selatan dan Timur maupun negara-negara Balkan. Indonesia akan menjajaki investasi bersama dengan Yunani di bidang logistik, penyulingan minyak, serta fasilitas warehouse.
Indonesia dan Yunani merupakan negara maritim yang memiliki banyak potensi kelautan untuk dikerjasamakan. “Laut seharusnya menjadi uniting factor bagi kedua negara, bukan memisahkan” tandas Wamenlu RI. (*)