

SIDOARJO | brigadepasopati.com – Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan ke rumah dua lansia di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (9/1/2025). Dalam kunjungannya, Agus Jabo sempat berdialog dan memberikan bantuan. Wamensos Agus Jabo mengunjungi rumah Mbarti (85) di Kelurahan Bulusidokare, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur. Mbarti merupakan penerima manfaat permakanan lansia sejak tahun 2023.
Saat ini, Mbarti tinggal sendiri di rumahnya yang tak layak huni. Adapun rumah anaknya hanya dipisahkan jalan kecil. Anak Mbarti, Umi Nadiroh (52) merupakan ibu rumah tangga dengan 5 anak yang berjualan ikan pepes keliling. Sementara, menantunya hanya kuli batu yang saat ini kerap mengalami sakit lambung.
Cucu Mbarti kerap datang dan menginap untuk menemani neneknya. Sebelum menerima bantuan permakanan, anak Mbarti mengirimkan makanan untuk ibunya setiap hari. Wamensos Agus Jabo memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa permakanan lansia. Dan nantinya, Mbarti akan dikirimkan makanan dua kali sehari.
“Jadi kalau Pemerintah sekarang sedang memulai program Makan Bergizi Gratis, Kemensos sudah melaksanakan itu, tapi untuk lansia dan disabilitas,” kata Agus Jabo. Lalu Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan bantuan lainnya. Adapun rinciannya antara lain sembako selama 5 hari, nutrisi, alat kebersihan diri, sandang, sarana, kamar, lemari, dan rak piring.
“Ada makanan-makanan bernutrisi, kemudian kita memberikan tempat tidur, supaya kasur nyampuh (nyaman), tidurnya amblek, nyenyak,” kata Agus Jabo pada kesempatan tersebut. Agus mengatakan Kemensos tak hanya memberikan bantuan untuk Mbarti, tapi juga anak Mbarti, Umi Nadiroh (52). Bantuan yang diberikan berupa ATENSI Kewirausahaan.
“Ini bisa menjadi usaha yang produktif. Karena memang programnya Kemensos sekarang ini adalah pemberdayaan. Jadi masyarakat tidak hanya sekedar menerima bansos, menerima PKH ya, tapi juga bisa kemudian berdaya,” katanya. Adapun bantuan dukungan keluarga wirausaha diberikan Kemensos melalui Sentra Margo Laras Pati. Bantuan yang diberikan antara lain bahan makanan dan peralatan kewirausahaan, etalase, dan magicom. Dukungan keluarga wirausaha lontong. Total bantuan sebesar Rp4.150.000. Menurutnya, agar masyarakat bisa berdaya maka harus berproduksi. Pekerja harus dicarikan lapangan pekerjaan. (*)