

SURABAYA | brigadepasopati.com – KPU Jawa Timur dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJIP) menggelar Sosialisasi Pilkada Serentak dengan Tema Pentingnya Perempuan menggunakan Hak Suara di Surabaya, pada Kamis 21 November 2024. Kegiatan ini di laksanakan sebagai dorongan agar pemili perempuan di Jawa Timur nanti nya akan bertambah dimana perempuan menjadi salah satu kekuatan besar yang tidak boleh diabaikan, Dengan jumlah pemilih perempuan yang selalu dominan di setiap Pemilu.
Komisioner KPU Jatim Divisi Data dan Informasi, Nurul Amalia menyatakan, “Perempuan itu punya jaringan yang mendasari, baik di tingkat keluarga maupun lingkungan sekitar. Biasanya, mereka aktif di kegiatan seperti PKK, pengajian, atau kumpul-kumpul dengan tetangga. Ini potensi besar untuk menyebarkan informasi Pemilu dan meningkatkan partisipasi,” ujarnya saat berbicara di acara Sosialisasi Pilkada Serentak dengan Tema Pentingnya Perempuan menggunakan Hak Suara. Kegiatan sosialisasi ini menjadi pengingat penting bahwa perempuan tidak hanya menjadi bagian pasif dalam Pemilu, tetapi juga aktor kunci dalam demokrasi
Sementara itu, Praktisi Komunikasi Siska Prestiwati Wibisono, menyoroti rendahnya keterwakilan perempuan dalam politik praktis. Padahal, Undang-Undang sudah mengamanatkan kuota 30% keterwakilan perempuan. “Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita. Perempuan harus berani terjun ke dunia politik. Sebagai kelompok terbesar, kita punya kekuatan untuk mengarahkan kebijakan yang pro-perempuan,”

Ia menyebut, dari total daftar pemilih tetap (DPT) di Jawa Timur, sebanyak 50,6% adalah perempuan. Namun, jumlah ini belum tercermin dalam politik praktis. “Saat ini, di Jawa Timur, keterwakilan perempuan di legislatif masih kurang dari 20%. Padahal, dengan jumlah sebesar itu, perempuan punya peluang besar untuk menentukan arah pembangunan”.
Dalam kegiatan kali ini pula dari peserta dari berbagai organisasi perempuan, di antaranya FJPI, Forum Puspa Jawa Timur, Aliansi Jurnalis Sidoarjo (AJS), aktivis perempuan serta penggiat komunitas perempuan, dimana dengan upaya ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta pengetahuan akan pentingnya peran perempuan dalam hak pilih mereka untuk pemilihan tanggal 27 November 2024 besok secara serentak di Indonesia. “Kita mengajak anggota anggota kita, jurnalis itu untuk menyosialisasikan program-program yang sudah dibuat oleh KPU, sehingga semakin banyak warga negara yang ikut serta dalam Pilkada pada 27 November 2024,” ujar Ketua FJPI Jatim Tri Ambarwati. (*)