

TULUNGAGUNG | brigadepasopati.com – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0807/Tulungagung terus bergerak cepat menuntaskan berbagai sasaran fisik. Salah satu program krusial yang tengah dikebut adalah penyediaan fasilitas air bersih melalui pembangunan sumur bor dan pompa air guna memenuhi kebutuhan domestik masyarakat di wilayah Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
Langkah taktis ini menjadi prioritas penting dalam rangkaian operasi bhakti TNI yang berlangsung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Sinergi intensif antara Kodim 0807/Tulungagung dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung sengaja diarahkan untuk menyelesaikan persoalan sanitasi dasar dan keterbatasan akses air bersih yang kerap membayangi pemukiman warga saat musim kemarau.
Komandan Kodim (Dandim) 0807/Tulungagung selaku Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, menjelaskan bahwa program penyediaan air di Boyolangu ini dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi ketahanan lingkungan, saat memberikan keterangan pada jurnalis brigadepasopati, pada Selasa (27/10/2026).

Menurut Letkol Arh Hanny Galih Satrio, pemenuhan air bersih yang layak konsumsi merupakan hak dasar masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan kesehatan keluarga dan penekanan angka stunting di wilayah pedesaan. “Semua personel gabungan dari lintas satuan TNI, Polri, Pemerintah Daerah, hingga elemen masyarakat setempat bahu-membahu mempercepat pengerjaan di lapangan. Kami tidak hanya melakukan pengeboran untuk mencari sumber mata air yang stabil, tetapi juga menyiapkan infrastruktur pelindung serta jaringan instalasi pipa yang andal,” jelas Letkol Arh Hanny Galih Satrio.
Hingga memasuki akhir Oktober 2026, progres pengerjaan fisik di lapangan dilaporkan terus merangkak naik secara signifikan. Selain berfokus pada instalasi pompa air di Boyolangu, Satgas TMMD ke-130 secara paralel juga berhasil menggenjot pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,37 kilometer di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat yang kini menyentuh angka 80 persen, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di atas 60 persen, serta program jambanisasi.
Warga Kecamatan Boyolangu menyambut proyek ini dengan antusiasme yang luar biasa. Sabar, salah satu warga setempat, mengaku sangat bersyukur atas inisiatif yang digagas oleh jajaran TNI dan Pemkab Tulungagung ini. Selama bertahun-tahun, warga kerap kesulitan mendapatkan suplai air higienis yang konstan ketika debit sumur dangkal mereka mulai menyusut.
“Bantuan sumur bor dan pompa dari TMMD ini benar-benar jawaban dari doa kami. Sekarang kami tidak perlu cemas lagi kekurangan air bersih untuk keperluan memasak, mandi, dan mencuci sehari-hari. Terima kasih banyak kepada Bapak-Bapak TNI,” ungkap Sabar penuh haru.
Dengan sisa waktu pelaksanaan yang ada, Dansatgas optimis seluruh proyek fisik penunjang kesejahteraan masyarakat ini dapat rampung 100 persen sebelum upacara penutupan resmi TMMD digelar. Kehadiran sumur bor ini diharapkan tidak sekadar menjadi infrastruktur mati, melainkan dirawat bersama oleh warga Desa agar manfaatnya dapat dinikmati lintas generasi. (Nang)