

JAKARTA | brigadepasopati.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) di tingkat nasional. Tim Dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), dan Mahasiswa berhasil meraih Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (Call for Paper) dalam rangka HUT ke-61 Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). Kompetisi nasional tersebut mengangkat tema “Sinergi Reformasi Pajak dan Akuntansi untuk Kepatuhan Berkelanjutan dan Penguatan Ekosistem Investasi Menuju Indonesia Emas 2045.” Ajang yang diselenggarakan oleh IKPI ini diikuti oleh 252 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dan Institusi di seluruh Indonesia.
Perjalanan menuju podium Juara menjadi pencapaian tersendiri bagi tim UMSIDA. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, tim UMSIDA berhasil masuk dalam 10 besar karya terbaik nasional dan berhak melaju ke babak final. Tim UMSIDA terdiri atas Ruci Arizanda Rahayu, Endra Wahyu Ningdiyah dan Jihan Azzehra Earlyta, yang merupakan unsur Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa. Tim UMSIDA ini mengusung karya berjudul “SMART TAX GOVERNANCE INDEX untuk Mewujudkan Sustainable Taxation Compliance dan Penguatan Ekosistem Investasi Tahun 2045.”
Karya tersebut mengangkat gagasan mengenai penguatan tata kelola perpajakan yang cerdas dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan pajak sekaligus memperkuat ekosistem investasi menuju Indonesia Emas 2045. “Secara sederhana, Smart Tax Governance Index adalah sebuah alat ukur untuk melihat seberapa matang tata kelola perpajakan sebuah perusahaan. Kami melihatnya dari empat dimensi utama, yaitu digitalisasi perpajakan, transparansi pajak, pengungkapan ESG, dan corporate governance. Jadi, perusahaan tidak hanya dinilai dari apakah mereka membayar pajak atau tidak. Kami juga melihat apakah sistem perpajakannya sudah terdigitalisasi, apakah kebijakan dan informasi pajaknya transparan, bagaimana komitmen ESG-nya, serta bagaimana tata kelola perusahaan dan pengawasannya. Keempat aspek tersebut kemudian kami integrasikan menjadi satu indeks. Jadi sederhananya, kami ingin mengubah tata kelola perpajakan yang selama ini bersifat terpisah-pisah menjadi sesuatu yang bisa diukur secara lebih komprehensif,” jelas Ruci Arizanda, pada Kamis (27/8/2026).
Pada babak Best of Ten, tim UMSIDA kembali menunjukkan performa terbaiknya di tengah persaingan ketat dengan sejumlah Institusi dan Perguruan Tinggi ternama di Indonesia. Tim UMSIDA berhasil mengungguli sejumlah Finalis, di antaranya peserta yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Trisakti, Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBIKKG), Universitas Diponegoro (UNDIP), serta Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), hingga berhasil masuk dalam jajaran 5 besar nasional.

Setelah berhasil menembus 5 besar, persaingan semakin ketat pada tahap akhir. Tim UMSIDA akhirnya berhasil mempertahankan performanya dan meraih posisi Juara 3 nasional, sekaligus membawa nama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ke podium Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional HUT ke-61 IKPI. Capaian tersebut sekaligus menempatkan UMSIDA sebagai salah satu dari tiga tim terbaik dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional HUT ke-61 IKPI.
Keberhasilan tim UMSIDA menjadi Juara 3 tidak hanya menunjukkan kualitas gagasan yang dihasilkan, tetapi juga menjadi bukti bahwa Dosen dan Tenaga Kependidikan UMSIDA mampu bersaing di level nasional bersama Perguruan Tinggi dan Institusi ternama di Indonesia. (aa)