

SIDOARJO | brigadepasopati.com — Paseban Alun-Alun Sidoarjo berubah suasana pada Sabtu (27/6/2026). Sejak pukul 10.00 hingga larut malam pukul 22.00, ruang publik yang biasanya ramai oleh lalu-lalang warga itu disulap menjadi galeri terbuka bertajuk “Look Art My Eyes”, dengan sub tema yang lebih menyentuh: “Kilas Balik: Sepenggal Renjana Kecil.”
Pameran ini digagas sepenuhnya oleh UKM Media community Visualization (Mc.V) dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Yang membuatnya istimewa, seluruh proses, mulai dari konsep, persiapan, hingga eksekusi hari-H dikerjakan murni oleh panitia sendiri, tanpa melibatkan event organizer dari luar.

Sub tema “Kilas Baik: Sepenggal Renjana Kecil” bukan sekadar nama tempelan. Lewat pameran ini, panitia Mc.V ingin mengajak pengunjung menoleh ke masa-masa lampau yang mungkin dirindukan, namun jarang lagi terlihat di tengah hiruk-pikuk masa kini.
Karya utama yang dipajang adalah kumpulan foto karya para fotografer Mc.V, sebagian besar diambil di kawasan Jati Alun-Alun Prambon. Namun pameran ini tidak berhenti di foto saja. Sepanjang hari, pengunjung juga disuguhi rangkaian pertunjukan: Tari Banjar Kemuning yang menjadi identitas khas Kabupaten Sidoarjo, screening film “Dosis Terakhir”, monolog “Kemana Anak-Anak Itu?”, hingga penampilan musik yang menambah semarak suasana.
Ketua Pelaksana, M. Andita Amanullah, menjelaskan bahwa Look Art My Eyes lahir dari niat sederhana: menjadi ruang belajar bagi anggota Mc.V dalam merancang sebuah acara, sekaligus menjadi jembatan bagi UKM ini untuk memperkenalkan diri dan lebih dekat dengan masyarakat. “Tujuan Pameran Look Art My Eyes sendiri untuk pembelajaran buat anggota Mc.V membuat event eksternal, dan juga memperkenalkan organisasi Mc.V di kalangan masyarakat,” ujar M. Andita.
Lebih dari sekadar ajang unjuk karya, seluruh panitia pameran berharap pameran ini menjadi jembatan cara pandang antara fotografer dan pengunjung. “Harapannya, para pengunjung dapat melihat dunia melalui sudut pandang kami. Bukan untuk menentukan mana yang benar atau salah, melainkan untuk memahami bahwa setiap karya lahir dari pengalaman, pemikiran, dan cara pandang yang berbeda,” tambah M. Andita.
Antusiasme publik terhadap pameran ini terbilang tinggi. Tercatat lebih dari 100 pengunjung datang dari kalangan internal UMSIDA, sementara masyarakat umum yang hadir mencapai lebih dari 150 orang, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa acara buatan Mahasiswa ini mampu menembus menarik berbagai kalangan mulai dari pihak kampus dan menyapa masyarakat Sidoarjo secara luas.

Salah satu momen yang paling berkesan sepanjang acara adalah spot photobooth yang sengaja diletakkan di tengah-tengah deretan foto yang dipamerkan. Titik ini menjadi favorit pengunjung untuk mengabadikan momen bersama keluarga, teman, kerabat, hingga pasangan. menciptakan lapisan kenangan baru di atas foto-foto kenangan lama yang dipamerkan.
Look Art My Eyes menutup rangkaian panjang persiapannya dengan hasil yang melampaui sekadar acara seni. Bagi Mc.V, ini adalah pembuktian bahwa organisasi Mahasiswa mampu merancang dan menjalankan event eksternal secara mandiri, sekaligus membuka ruang dialog antara karya dan penikmatnya. bahwa di balik setiap jepretan kamera, selalu ada cerita yang layak untuk dikenang. (Cindy)