

JAKARTA | brigadepasopati.com – Nilai tukar rupiah pada pagi hari ini, Kamis (4/6/2026), resmi menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah. Berdasarkan data pasar spot, mata uang Garuda sempat jatuh hingga ke level Rp18.021 per dolar AS pada pukul 09.15 WIB, dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal berupa ketegangan geopolitik global dan data tenaga kerja AS yang solid, serta faktor domestik seperti kenaikan inflasi bulanan dan defisit neraca perdagangan yang tajam.
Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan kehadirannya di pasar melalui intervensi pada pasar spot, DNDF, dan pasar SBN guna menjaga stabilitas, serta mulai memberlakukan pembatasan pembelian valas tanpa dokumen pendukung maksimal US$25.000 per bulan per pelaku.
Meskipun tekanan fiskal meningkat, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap terjaga dan meminta masyarakat tetap tenang menghadapi fluktuasi pasar yang sangat sensitif saat ini. (*)