

SURABAYA | brigadepasopati.com — Anargya ITS Formula EV Team turut meramaikan Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 sebagai salah satu peserta pameran yang berlangsung pada 26 hingga 31 Mei 2026. Di tengah keseruan pameran otomotif nasional ini, Anargya mendapat kesempatan istimewa untuk tampil dalam sesi talkshow pada Kamis, 28 Mei dengan membawa semangat inovasi kendaraan listrik dari kampus ITS langsung ke hadapan publik.
Dalam sesi talkshow tersebut, tim yang mengusung tagline #AlwaysEnergized ini memperkenalkan diri kepada pengunjung IIMS Surabaya mulai dari latar belakang berdirinya tim, perjalanan inovasi dari generasi ke generasi, hingga pencapaian mereka di kompetisi Formula Student internasional. “Anargya juga memamerkan tiga produk kendaraan listrik unggulan: Formula EV Car (Mark Series), Go-Kart EV, dan Thevin motor listrik yang secara khusus diboyong langsung ke arena pameran IIMS Surabaya 2026,” ujar Muh. Bilal Jundillah Mafaza, pada Kamis (28/5/2026).

Thevin menjadi sorotan utama di booth Anargya pada IIMS kali ini. Motor listrik yang dikonversi dari Yamaha Scorpio dengan 70% komponen hasil produksi dalam negeri. Dengan kemampuan jelajah hingga 100 km dan kecepatan maksimum 80 km/jam, Thevin bukan sekadar prototipe, ia adalah bukti nyata bahwa Mahasiswa Indonesia mampu merancang dan membangun kendaraan listrik siap pakai dari nol. Kehadiran Thevin di IIMS Surabaya menjadi pengingat bahwa inovasi EV tidak harus datang dari luar negeri. “Antusiasme pengunjung yang hadir, terutama saat melihat langsung Thevin, motor listrik tracker buatan kami, benar-benar antusias, dan menjadi energi tersendiri bagi tim,” ungkap Annisa Isnaina Padparadzka.

Talkshow ini juga menjadi panggung bagi Anargya untuk berbagi kisah perjalanan mereka di Formula SAE Japan, salah satu kompetisi mobil formula Mahasiswa paling bergengsi di dunia. Di ajang yang mempertemukan puluhan tim dari berbagai negara di Aichi Sky Expo, Jepang, ini, Anargya telah konsisten menorehkan prestasi sejak pertama kali berpartisipasi.
Puncak pencapaian mereka datang di FSAE Japan 2025, di mana Anargya berhasil meraih Winner PR Awards, penghargaan bergengsi atas strategi komunikasi dan publikasi terbaik di antara seluruh peserta. Sebelumnya, pada FSAE Japan 2024, Anargya mencatatkan posisi 1st Place South East Asian Team Ranking sekaligus 2nd Place EV Class Ranking (Overseas Team) menegaskan posisi mereka sebagai tim EV Mahasiswa terkuat dari Asia Tenggara. Capaian ini menambah panjang daftar prestasi internasional Anargya, yang juga mencakup 1st Place Overall di Pi-EV Bharat 2022 sebagai tim luar negeri.
Formula SAE sendiri adalah kompetisi engineering di mana Mahasiswa ditantang untuk merancang, membangun, dan mempertandingkan mobil formula dari nol bukan sekadar adu kecepatan, melainkan juga penilaian desain teknis, strategi bisnis, hingga kemampuan presentasi di hadapan Juri dari industri otomotif global. “Anargya berkompetisi di kelas Electric Vehicle (EV), menghadapi tim-tim dari berbagai negara dalam dua kategori: Static Events (presentasi, desain, cost & manufacturing) dan Dynamic Events (akselerasi, skidpad, autocross, dan endurance),” jelas Muh. Bilal Jundillah Mafaza.

Kehadiran Anargya di IIMS Surabaya 2026 bukan sekadar pameran, ini adalah undangan terbuka kepada publik untuk melihat langsung bagaimana Mahasiswa Indonesia, dari balik bengkel di ITS, membangun teknologi kendaraan listrik yang mampu bersaing di panggung dunia. Bagi Anargya, setiap kompetisi, setiap inovasi, dan setiap talkshow adalah bagian dari satu misi yang sama: mendorong ekosistem EV Indonesia maju, satu langkah lebih dekat ke masa depan yang lebih hijau.
Anargya ITS Formula EV Team adalah tim riset Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang berfokus pada pengembangan teknologi kendaraan listrik. Bernaung di bawah Pusat Unggulan Iptek bidang Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS, Anargya berdiri dengan visi mendukung lingkungan melalui inovasi dan semangat #AlwaysEnergized. “Semoga kehadiran kami di sini bisa menginspirasi lebih banyak orang bahwa inovasi kendaraan listrik anak bangsa sudah ada, nyata, dan terus berkembang,” pungkas Annisa Isnaina Padparadzka. (aa)